Tokoh Muda Minta APH Awasi Program Cetak Sawah di Simeulue
SINABANG — Tokoh muda Simeulue, Marwan, meminta aparat penegak hukum (APH) ikut mengawasi pelaksanaan Program Cetak Sawah di Kabupaten Simeulue. Permintaan disampaikan pada Selasa (18/8) untuk mencegah potensi penyalahgunaan wewenang dan praktik korupsi.
Desakan pengawasan agar program berjalan transparan
Marwan menilai pengawasan diperlukan agar program strategis nasional itu berjalan sesuai ketentuan. Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi mengenai mekanisme pelaksanaan, luasan lahan, dan anggaran yang digunakan.
Saya pikir program ini harus kita awasi bersama, sebagai bentuk dukungan kita untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang digalakkan pemerintah pusat, termasuk di Kabupaten Simeulue,
Siap lapor jika ada penyimpangan
Marwan menyatakan masyarakat berhak mengetahui detail pelaksanaan program. Ia menegaskan akan melaporkan dugaan penyimpangan kepada penegak hukum jika ditemukan indikasi korupsi atau penyalahgunaan.
Institusi yang disebut siap dituju antara lain:
- Kepolisian
- Kejaksaan
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Kalau ditemukan ada penyimpangan atau praktik korupsi, kita siap mengantarkan laporan kepada penegak hukum,
Upaya konfirmasi ke Dinas PUPR belum berhasil
Upaya konfirmasi ke Kepala Dinas PUPR Simeulue, Samsuar, melalui panggilan telepon dan pesan WhatsApp belum membuahkan respons hingga berita ini diturunkan. Permintaan wawancara juga belum mendapat tanggapan.
Latar belakang Program Cetak Sawah
Program Cetak Sawah merupakan kebijakan pemerintah untuk membuka dan mencetak lahan pertanian baru. Tujuannya menambah luas baku sawah dan meningkatkan produksi pangan agar mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.
Pemerintah menekankan pelaksanaan program harus berdasarkan perencanaan dan ketentuan yang berlaku, serta menghindari praktik penyimpangan. Marwan menegaskan bahwa pengawasan bukan bentuk pesimisme terhadap program, namun bagian dari dukungan agar program memberi manfaat sesuai tujuan.
Dengan pengawasan publik dan keterbukaan informasi, diharapkan pelaksanaan program di Simeulue dapat berjalan transparan serta memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan daerah dan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...