Astra Setujui Buyback Saham Hingga Rp8 Triliun
PT Astra International Tbk memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp8 triliun. Keputusan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat, 17 Juli 2026.
Ruang lingkup dan ketentuan buyback
Buyback akan dilaksanakan dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29 Tahun 2023. Nilai pembelian kembali saham ditetapkan maksimal Rp8 triliun, di luar biaya perantara efek dan biaya pelaksanaan lain yang menjadi tanggung jawab perseroan.
Wewenang Direksi dan pelaksanaan
Pemegang saham memberi kuasa kepada Direksi untuk menjalankan seluruh tahapan buyback. Direksi juga berwenang menentukan harga pembelian kembali sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
- Direksi diberi mandat untuk mengatur mekanisme pelaksanaan.
- Harga buyback disesuaikan dengan ketentuan hukum yang relevan.
- Biaya perantara dan biaya pelaksanaan lainnya dibebankan pada perseroan di luar nilai Rp8 triliun.
Pernyataan manajemen
Presiden Direktur Astra, Rudy, menyampaikan apresiasi atas dukungan para pemegang saham dan pemangku kepentingan terhadap kinerja perusahaan. Pernyataan resmi diterima pada Senin, 20 Juli 2026.
"Terima kasih kepada seluruh stakeholders atas dukungan penuh yang telah diberikan selama ini,"
Pengalihan saham treasury untuk MSOP
Dalam RUPSLB yang sama, pemegang saham menyetujui pengalihan sebagian saham treasury hasil buyback periode ketiga tahun 2026. Pengalihan tersebut dilakukan terhadap maksimal 100 juta saham untuk pelaksanaan Management Stock Ownership Program (MSOP) bagi jajaran manajemen.
Komite Nominasi dan Remunerasi diberi wewenang untuk menetapkan harga pengalihan serta besaran kewajiban pembayaran peserta program. Direksi mendapat mandat menyelesaikan proses administratif dan langkah lain yang diperlukan agar pelaksanaan MSOP berjalan sesuai ketentuan.
Tujuan MSOP dan implikasi
Program kepemilikan saham untuk manajemen digolongkan sebagai insentif jangka panjang. Tujuannya menyelaraskan kepentingan manajemen dengan pemegang saham dan mendorong peningkatan nilai perusahaan secara berkelanjutan.
Keputusan buyback dan pengalihan saham treasury ini memberi Astra kerangka pelaksanaan yang jelas untuk meningkatkan struktur kepemilikan internal sekaligus menyediakan insentif manajerial. Pelaksanaan rinci dan jadwal implementasi akan diumumkan sesuai perkembangan selanjutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...