Pemko Medan Nonaktifkan Lurah Aur Usai Audit Inspektorat
Medan — Pemerintah Kota (Pemko) Medan menonaktifkan Lurah Aur, Erfin Hadi Syahputra Hasibuan, menyusul rekomendasi hasil audit khusus Inspektorat terkait dugaan pungutan di luar ketentuan. Keputusan pembebasan sementara diterbitkan Camat Medan Maimun, Rizki Hari Adam Lubis, untuk menjamin pemeriksaan disiplin berjalan objektif dan independen.
Alasan dan dasar hukum
Inspektorat Kota Medan menyelesaikan audit khusus setelah menerima laporan masyarakat. Hasil pemeriksaan merekomendasikan penjatuhan hukuman disiplin, dengan pertimbangan sanksi disiplin berat.
Keputusan penonaktifan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Kebijakan ini diambil agar pemeriksaan dapat berlangsung fokus tanpa mengganggu pelayanan kelurahan.
Pelaksanaan pembebasan sementara
Camat Medan Maimun, Rizki Hari Adam Lubis, menyatakan pembebasan sementara diberlakukan untuk menjaga proses pemeriksaan tetap lancar dan objektif. Selama masa itu, hak kepegawaian bersangkutan tetap dipenuhi sesuai aturan.
"Pembebasan sementara ini merujuk pada Pasal 31 ayat (1) PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS. Hal ini dilakukan agar pemeriksaannya fokus.
Sikap Inspektorat dan komitmen Pemko
Kepala Inspektorat Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, menegaskan penegakan disiplin ASN merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Setiap laporan yang didukung bukti akan ditindaklanjuti secara profesional tanpa pandang bulu.
"Pemko Medan juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan melalui penyampaian pengaduan. Di saat yang sama, seluruh ASN di lingkungan Pemko Medan diingatkan untuk menjaga integritas, mengedepankan profesionalisme dalam pelayanan publik, serta menghindari segala bentuk penyalahgunaan jabatan maupun pungutan yang bertentangan dengan aturan",
Erfin juga menegaskan proses pemeriksaan disiplin tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Hak-hak kepegawaian yang bersangkutan akan dihormati hingga ada keputusan akhir sesuai mekanisme yang berlaku.
Dampak dan langkah ke depan
Penonaktifan sementara ini dimaksudkan untuk menjaga objektivitas proses pemeriksaan sekaligus mempertahankan kelancaran layanan publik di tingkat kelurahan. Pemko menyatakan tidak memberi ruang bagi penyalahgunaan wewenang dan akan menindak secara tegas setiap pelanggaran.
Proses disiplin akan dilanjutkan sesuai mekanisme yang diatur, dan hasil akhirnya akan menentukan sanksi yang pantas berdasarkan bukti dan rekomendasi pemeriksaan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...