Sekretaris DPRD Minta ASN Medan Tunjukkan Integritas usai Kasus Lurah
Medan — Sekretaris Komisi I DPRD Kota Medan, Syaiful Ramadhan, menyoroti polemik yang menyeret beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Medan, termasuk Lurah Paya Pasir dan Lurah Aur di Kecamatan Medan Maimun. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (6/8) sebagai respons atas kasus yang dinilai mencederai citra aparatur.
Integritas sebagai syarat pelayanan
Syaiful menekankan bahwa setiap aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, wajib menunjukkan integritas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kesigapan dan kesungguhan melayani publik harus berlaku dalam situasi apa pun.
“Sebagai pelayan masyarakat, mereka harus siap melayani dalam kondisi apa pun, baik saat masyarakat sedang senang maupun ketika sedang mengalami kesulitan. Itu adalah konsekuensi sebagai pelayan publik,”
Ia menilai momen ini harus dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan profesionalisme dan amanah aparat pemerintahan di Kota Medan. Dengan demikian, pelayanan kepada warga dapat berjalan lebih baik dan berkesinambungan.
Sanksi sebagai efek jera dan pembelajaran
Syaiful memberikan apresiasi atas langkah tegas Pemerintah Kota Medan yang memberi sanksi kepada aparatur yang melakukan pelanggaran. Ia berharap tindakan disiplin tersebut bukan hanya memberi efek jera, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi pegawai lain.
Menurut Syaiful, penindakan yang konsisten penting untuk menegakkan standar pelayanan serta membentuk budaya kerja yang profesional di seluruh unit pemerintahan.
Dampak terhadap citra pimpinan daerah
Lebih jauh, Syaiful mengingatkan bahwa perilaku bawahan berpotensi mempengaruhi citra pimpinan daerah. Ia menyebut tindakan suatu aparat dapat merusak marwah kepala daerah yang berupaya membangun kepercayaan publik.
“Tindakan seperti itu bisa merusak marwah Wali Kota sebagai atasannya. Ketika kepala daerah berupaya membangun kepercayaan masyarakat dengan hadir dan mendengar langsung keluhan warga, maka seluruh aparatur harus memiliki semangat yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik,”
Kesimpulan dan harapan ke depan
Syaiful berharap kasus ini menjadi pemicu peningkatan kualitas pelayanan dan etika kerja aparatur di Pemko Medan. Ia menegaskan pentingnya memberi contoh dan mengayomi masyarakat agar publik makin tercerahkan dan percaya pada layanan pemerintah.
Dengan penegakan sanksi dan pembinaan berkelanjutan, ia optimistis aparatur dapat memperbaiki kinerja dan menjaga nama baik institusi pemerintahan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polres Langkat Perkuat Sinergi dengan FKUB, Dukung Doa Kebangsaan
Kapolres Langkat terima kunjungan FKUB, bahas sinergi menjaga kamtibmas dan dukung rencana Doa Kebangsaan 14...
Marching Band MAN 1 Langkat Raih Best of The Best di IDCA 2026
Marching Band MAN 1 Langkat meraih Best of The Best dan sejumlah gelar di IDCA Road to Forprovsu 2026 di Med...
Angin Kencang Rusak Atap Rumah di Lhoong, Aceh Besar
Angin kencang melanda Lhoong, Aceh Besar (5/8); satu rumah rusak berat dan keluarga mengajukan bantuan darur...
38 Anggota Pramuka Simalungun Dilepas ke Jamnas XII Cibubur
Bupati Simalungun melepas 38 anggota Pramuka ke Jamnas XII 2026 di Cibubur dengan harapan mereka mengharumka...
Pelatihan Pengelasan di Aceh Besar Didorong Angkasa Pura
PT Angkasa Pura SIM gelar pelatihan pengelasan 5–10 Agustus 2026 bagi 15 warga Aceh Besar untuk tingkatkan k...
Polresta Deliserdang Tangkap Dua Pengedar Sabu di Pagar Merbau
Polresta Deliserdang menangkap dua pengedar sabu di Pagar Merbau, menyita total 25,73 gram sabu dan timbanga...