Bupati Batubara Panen Padi dan Serahkan Bantuan untuk Pertanian
Batubara — Bupati Dr. H. Baharuddin Siagian SH M.Si C.LA memanen padi menggunakan combine harvester dan menyerahkan bantuan alat pertanian di Desa Tanjung Mulya, Kecamatan Air Putih, Senin (21/9). Kegiatan ini bagian dari komitmen Pemkab untuk mendukung swasembada pangan, meningkatkan produktivitas, serta memperbaiki kesejahteraan petani.
Panen dan penyerahan bantuan
Pada kegiatan itu Bupati turun langsung ke lahan dan memperagakan pemanenan padi dengan mesin. Setelah panen, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis untuk memperkuat aktivitas pertanian di wilayah.
- 10 unit alat mesin pompa air
- Pasokan bibit cabai
- 2 unit mesin crawler
Fokus pada pengelolaan irigasi
Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi fokus utama pemerintah kabupaten. Menurutnya, pengelolaan jaringan irigasi, terutama irigasi tersier, mutlak diperlukan untuk menunjang produktivitas sawah di Air Putih.
“Pertanian menjadi konsentrasi kita. Setiap irigasi tersier harus diurus karena kita ingin mendukung program Bapak Presiden dalam rangka ketahanan pangan. Hari ini, kita memiliki luas lahan pertanian sekitar 12 ribu hektare.”
Kepastian harga dan perlindungan lahan
Bupati juga menyoroti pentingnya kepastian harga bagi petani. Ia menyebut harga gabah kering panen (GKP) tidak boleh berada di bawah Rp6.500 per kilogram, sesuai kebijakan pemerintah untuk melindungi petani.
Selain itu, kepala daerah mengimbau kepala desa untuk menolak izin alih fungsi lahan produktif menjadi bangunan. Langkah ini dimaksudkan menjaga keberlanjutan luas lahan pertanian di Kabupaten Batubara.
Strategi peningkatan produktivitas
Untuk meningkatkan hasil panen, pemerintah daerah mendorong penerapan pola tanam serentak yang mengikuti arahan penyuluh pertanian. Keseragaman waktu tanam dinilai penting untuk mengendalikan hama, mengoptimalkan irigasi, dan menaikkan produktivitas.
Pemkab juga berkomitmen melanjutkan pendampingan kelompok tani, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan pengelolaan jaringan irigasi sebagai program jangka panjang.
Dengan luas lahan sekitar 12 ribu hektare, Batubara dinilai punya potensi besar memperkuat ketahanan pangan daerah. Jika pengelolaan irigasi dan perlindungan lahan berjalan konsisten, sektor pertanian dapat menjadi penggerak ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kapolres Simalungun Sampaikan 'Commander Wish' dan Slogan Horas Presisi
Kapolres Simalungun sampaikan Commander Wish dan slogan Horas Presisi untuk arah kerja personel, fokus pada...
Sumut Raih Peringkat 5 MTQ Nasional 2026 di Semarang
Sumatera Utara menempati peringkat 5 MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang dengan 71 poin; berikut daftar perai...
Puluhan Calon Mahasiswa Poltas Terganjal Data Desil untuk KIP Kuliah
Puluhan calon mahasiswa Poltas Aceh Selatan tak dapat KIP Kuliah karena terdata desil tinggi; Dinas Sosial h...
Ibu Rumah Tangga Didakwa Jual Sabu ke Polisi Menyamar di Medan
Puput Irawan didakwa menjual sabu ke polisi menyamar di Helvetia, Medan; barang bukti positif metamfetamina...
Aceh Besar Gelar Penanaman Pohon di SLB Kota Jantho
Aceh Besar menggelar penanaman pohon di SLB Kota Jantho (21/9) sebagai bagian gerakan penghijauan produktif...
Banding Terdakwa Korupsi Abdya: Hukuman 2,5 Tahun dan Uang Pengganti Rp259 Juta
Pengadilan Tinggi Banda Aceh menguatkan putusan: Ari Gunawan divonis 2,5 tahun penjara, denda Rp50 juta, dan...