Aceh Besar Gelar Penanaman Pohon di SLB Kota Jantho
Kota Jantho, Aceh Besar — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menggelar penanaman pohon dalam rangka gerakan penghijauan produktif di lingkungan SLB Negeri Kota Jantho, Senin (21/9). Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan lingkungan dan mengurangi risiko bencana sekaligus merespons suhu tinggi di wilayah tersebut.
Pembukaan dan peserta
Kegiatan dibuka oleh Bupati Aceh Besar yang diwakili oleh Asisten I Sekdakab Aceh Besar, Farhan AP. Acara dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan unsur legislatif setempat.
- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup
- Kepala Dinas Pertanian
- Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh untuk Kabupaten Aceh Besar
- Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Naisabur
Pesan penting dari perwakilan bupati
Farhan menyerukan agar penghijauan dijadikan gerakan bersama, bukan sekadar program pemerintah. Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat agar berkelanjutan.
“Penghijauan ini suatu kewajiban bagi kita, terutama di Kota Jantho ini. Apalagi beberapa waktu lalu hingga sekarang ini, kita Aceh Besar termasuk wilayah dengan suhu tertinggi di Indonesia,”
Ia menegaskan bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas kolektif yang memerlukan kolaborasi luas.
“Saya ingin mengingatkan kita semua bahwa tugas menjaga alam ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi ini tugas kita bersama yang dilakukan secara pentahelix (kolaborasi),”
Ajakan praktis dan kebiasaan sederhana
Farhan mengajak warga mengambil bagian nyata, termasuk dengan kebiasaan sederhana menanam pohon di lingkungan masing-masing. Ia menyarankan tiap orang menanam minimal dua hingga lima pohon.
“Kita berharap satu orang menanam lima pohon saja, atau minimal dua batang saja, itu sangat berdampak pada lingkungan dan terhindar dari bencana,” katanya, seraya meminta meningkatnya kesadaran kolektif.
Hubungan penghijauan dan mitigasi bencana
Menurut Farhan, pelestarian lingkungan berkontribusi pada pengurangan risiko bencana alam. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang merusak alam.
“Jangan sekali-kali kita merusak alam, kalau kita menjaga kelestarian alam, insyaallah bencana alam lebih sedikit,”
Penutup: warisan untuk generasi mendatang
Farhan mengibaratkan bumi sebagai titipan bagi generasi mendatang, bukan warisan yang bebas dipakai. Dengan menanam pohon secara massal dan berkelanjutan, pemerintah dan masyarakat berharap kondisi lingkungan Aceh Besar lebih baik dan lebih tahan terhadap cuaca ekstrem di masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kapolres Simalungun Sampaikan 'Commander Wish' dan Slogan Horas Presisi
Kapolres Simalungun sampaikan Commander Wish dan slogan Horas Presisi untuk arah kerja personel, fokus pada...
Sumut Raih Peringkat 5 MTQ Nasional 2026 di Semarang
Sumatera Utara menempati peringkat 5 MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang dengan 71 poin; berikut daftar perai...
Puluhan Calon Mahasiswa Poltas Terganjal Data Desil untuk KIP Kuliah
Puluhan calon mahasiswa Poltas Aceh Selatan tak dapat KIP Kuliah karena terdata desil tinggi; Dinas Sosial h...
Ibu Rumah Tangga Didakwa Jual Sabu ke Polisi Menyamar di Medan
Puput Irawan didakwa menjual sabu ke polisi menyamar di Helvetia, Medan; barang bukti positif metamfetamina...
Bupati Batubara Panen Padi dan Serahkan Bantuan untuk Pertanian
Bupati Batubara panen padi dan serahkan alat pertanian di Air Putih untuk dukung swasembada pangan dan lindu...
Banding Terdakwa Korupsi Abdya: Hukuman 2,5 Tahun dan Uang Pengganti Rp259 Juta
Pengadilan Tinggi Banda Aceh menguatkan putusan: Ari Gunawan divonis 2,5 tahun penjara, denda Rp50 juta, dan...