Arsenal Siap Hadapi Final Liga Champions Kontra PSG
Arsenal akan menghadapi final Liga Champions melawan PSG pada 30 Mei 2026, dan pelatih Mikel Arteta menegaskan timnya siap memanfaatkan kesempatan untuk menulis sejarah. Arteta menyatakan Arsenal datang ke pertandingan ini karena mereka layak, dan menargetkan trofi Liga Champions pertama dalam 20 tahun sejak upaya terakhir.
Kondisi tim jelang final
Arteta melaporkan skuad akan berada dalam kekuatan hampir penuh. Jurrien Timber dan Noni Madueke dinyatakan fit untuk bermain, sementara Ben White menjadi satu-satunya pemain yang dipastikan absen pada laga puncak.
Pelatih asal Spanyol itu menekankan pentingnya memanfaatkan momentum setelah keberhasilan meraih gelar liga musim lalu.
Kami fokus, positif, kami di sini karena kami berhak berada di sini. Besok di lapangan kami harus mendapatkan hak untuk mengangkat trofi,
Ambisi dan tekanan pasca-gelar
Setelah memutus paceklik gelar liga selama 22 tahun, Arteta menegaskan tekanan dan ambisi tim tidak berakhir. Ia ingin para pemain percaya bahwa ada lebih banyak trofi yang masih bisa diraih.
Kami telah memenangkan gelar, tapi kami ingin memenangkan lebih banyak lagi, harus selalu ada platform untuk menghasilkan lebih banyak. Saya ingin para pemain yakin kami bisa maju dan melakukannya,
Arteta menambahkan bahwa pengalaman mengangkat trofi membuat pemain ingin mengulang perasaan itu sebanyak mungkin.
Mereka menginginkan lebih, setelah Anda mengangkat trofi. Anda ingin mereproduksi perasaan itu sebanyak mungkin,
Evaluasi dari pertemuan sebelumnya
Arsenal kalah dari PSG di semifinal tahun lalu. Meski begitu, Arteta menemukan sejumlah hal positif saat menonton ulang pertandingan tersebut dan percaya timnya telah belajar dari pengalaman itu.
Saat saya menonton pertandingannya kembali, saya sangat senang dengan apa yang saya lihat. Kami hampir saja, beruntung tidak lolos ke final itu, saya yakin besok kami akan memainkan pertandingan yang berbeda,
Menurut Arteta, kedua tim telah berevolusi dengan cara berbeda, sehingga pelajaran yang diambil akan diterapkan saat final.
Rival dan figur yang dihormati
Arteta juga mengakui kualitas pelatih lawan, Luis Enrique, yang dikenalnya sejak era Barcelona. Ia menyebut Enrique sebagai inspirasi, namun menegaskan keduanya akan saling berhadapan secara kompetitif di pinggir lapangan.
Dia selalu menjadi referensi bagi saya sejak dia masih menjadi pemain; di PSG Anda bisa melihat sidik jarinya, identitasnya, mentalitasnya, cara para pemainnya berperilaku,
Apa yang dipertaruhkan
Arsenal berpeluang menjadi tim Inggris pertama yang menjuarai Liga Champions sejak Liverpool pada 2019. Kemenangan akan menjadi trofi Eropa pertama bagi klub dalam dua dekade dan menambah capaian setelah gelar liga baru-baru ini.
Besok, Arteta berharap timnya menunjukkan kejelasan permainan dan keinginan untuk menang agar bisa meraih momen historis itu.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Raymond/Joaquin Tersingkir di 16 Besar China Open 2026
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kalah 13-21, 17-21 dari Chen/Liu di 16 Besar China Open 2026, Kamis 23 Juli d...
Luka Modric Perpanjang Kontrak Satu Musim di AC Milan
Luka Modric memperpanjang kontrak satu musim dengan AC Milan, berkomitmen membantu kebangkitan klub pada mus...
Carapaz Menang Etape 18 Tour de France, Pogacar Tetap Pimpin
Richard Carapaz menang etape 18 Tour de France 2026 di Orcières-Merlette; Tadej Pogacar tetap memimpin klase...
Arsenal Resmi Perkenalkan Christos Tzolis sebagai Rekrutan Baru
Arsenal resmi mendatangkan Christos Tzolis dari Club Brugge seharga £34 juta; pemain sayap Yunani itu akan m...
Forest Rekrut Xaver Schlager dari RB Leipzig, Kontrak Dua Tahun
Nottingham Forest resmi datangkan Xaver Schlager dari RB Leipzig dengan kontrak dua tahun untuk memperkuat l...
Jonatan Christie ke Perempat Final China Open 2026
Jonatan Christie melaju ke perempat final China Open 2026 setelah menang 12-21, 21-6, 21-13 atas Loh Kean Ye...