Antrean Panjang BBM Subsidi Hari Ketiga di SPBU Bandara Kualanamu
Deliserdang — Antrean untuk mengisi BBM subsidi di SPBU Bandara Kualanamu masih berlangsung hingga hari ketiga, Rabu (15/7). Warga dan pelaku angkutan mengeluhkan antrean yang berjam-jam, sementara belum ada solusi cepat dari pihak terkait.
Antrean panjang dan dampak pada aktivitas
Kelangkaan dan antrian membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Sejak pagi warga dan pengemudi ojek, betor, serta bus angkutan harus antre berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar subsidi.
Banyak yang kehilangan waktu kerja dan menanggung beban ekonomi tambahan. Kondisi itu memicu kekhawatiran karena situasi telah berlangsung beberapa hari tanpa penanganan tuntas.
Upaya pengamanan dan pengaturan antrean
Personel Polsek Kawasan Bandara Kualanamu turun langsung ke lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan. Operasi dipimpin oleh Kapolsek Iptu Lamhot Silalahi bersama Kanit Reskrim Ipda E Simanjuntak, SH.
Petugas bersama staf keamanan bandara tampak mengatur jalannya pengisian agar proses lebih aman dan teratur. Pengaturan dilakukan untuk mengurangi gesekan antarpengendara dan menjaga kelancaran lalu lintas di area SPBU.
Keluhan warga dan seruan solusi cepat
Warga menuntut langkah cepat dari pemerintah dan operator SPBU. Mereka meminta penyelesaian agar antrean tidak berlarut dan dampak ekonomi tidak semakin berat.
"Pemerintah cepatlah buat solusi sehingga kondisi ini jangan berlarut-larut, apalagi kondisi ekonomi masyarakat saat ini lagi sulit tambah lagi sulit BBM lengkaplah sudah penderitaan,"
Pengaduan itu disampaikan oleh salah seorang warga yang mengantre sejak pagi. Ia menyatakan, antrean panjang membuat mereka sulit mencari nafkah dan mengganggu jadwal kerja.
Gambaran ke depan
Sampai berita ini ditulis, belum terlihat langkah konkret dari otoritas setempat untuk mengakhiri antrean panjang. Pengaturan oleh aparat memberi solusi sementara, namun warga meminta penanganan yang lebih permanen.
Jika tidak segera ditangani, antrean dan kelangkaan BBM subsidi berpotensi meningkatkan beban ekonomi lokal. Warga berharap adanya koordinasi cepat antara pengelola SPBU, pihak bandara, dan pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah ini.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bupati Pimpin Gotong Royong Tiga Hari di Tanjungtiram untuk Kebersihan
Bupati Batubara pimpin gotong royong tiga hari di Tanjungtiram (18–20 Sep 2026) melibatkan Forkopimda, TNI,...
Batubara Siapkan Tanam 16.000 Pohon Aren, Potensi Nira dan Gula Aren
Bupati Batubara kunjungi penangkaran aren dan rencanakan penanaman 16.000 pohon untuk kembangkan nira dan gu...
ASN Batubara Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional 17 September 2026
ASN Pemkab Batubara menggelar upacara HKN pada 17 September 2026 untuk menegaskan disiplin, profesionalisme,...
BKAD Tapanuli Utara dan IT Del Uji Coba SIKAT-BENCANA
BKAD Tapanuli Utara bersama IT Del menguji prototipe SIKAT-BENCANA untuk mempercepat pengelolaan BTT dan pen...
Kontainer Alkes Tiba di RSUD Sabang, Status Kontrak di Inaproc Disorot
Kontainer alkes tiba di RSUD Sabang (19/9) meski ada klaim pembatalan kontrak; penyedia mengacu pada status...
Ratusan Warga Aceh Besar Terima Beras Bulog, 39 Nama Hilang dari Data
Ratusan warga Aceh Besar menerima beras Bulog periode Juli–September 2026; 39 nama hilang dari data sementar...