Prabowo Dorong Pembentukan Akademi Olahraga Nasional
Presiden Prabowo Subianto mendorong pembentukan akademi olahraga sebagai pusat pemusatan pembinaan atlet sejak usia dini. Pernyataan itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir usai menghadap Presiden di Padepokan Garuda Yaksa, Bojong Koneng, pada 19 Juni 2026.
Rencana akademi terintegrasi di semua jenjang
Menurut Menpora, akademi olahraga akan diintegrasikan ke setiap jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Tujuannya adalah menemukan dan membina talenta sejak usia sekolah.
"Bapak Presiden juga mendorong, apalagi ada pemusatan yang namanya akademi olahraga nanti yang kita mulai dari SD, SMP, SMA. Jadi, siapa yang akan menjadi atlet ke depan, dari usia 8-10 tahun sudah mulai dibina,"
Target usia dan sistem pembinaan
Erick menegaskan akademi ini menerapkan sistem pemusatan pembinaan untuk mempercepat perkembangan atlet muda. Fokus awal diarahkan pada anak-anak usia 8-10 tahun, sebagai masa penting pembentukan kemampuan dasar.
Sistem pemusatan dimaksudkan agar pembinaan lebih terstruktur dan terstandarisasi di berbagai cabang olahraga.
Tujuan strategis dan dampak nasional
Menpora menyebut pembangunan akademi sebagai langkah strategis untuk mencetak talenta nasional di berbagai cabang olahraga. Akademi diharapkan menjadi dasar pengembangan atlet yang kompetitif di tingkat internasional.
"Rencana pembangunan akademi olahraga, ini menjadi bagian fundamental dan sekalian juga proses (pengembangan olahraga),"
Persiapan menghadapi kejuaraan besar
Menurut Erick, fokus pembinaan di akademi juga dimaksudkan untuk mempersiapkan atlet mengikuti kejuaraan bergengsi seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Hal ini menunjukkan prioritas pemerintah pada peningkatan prestasi olahraga.
"Karena itu, persiapan dari tentu SEA Games, Asian Games, Olimpiade mesti benar-benar dilakukan,"
Menpora menilai inisiatif akademi olahraga sebagai bukti keseriusan Presiden Prabowo menjaga pembangunan olahraga nasional. Rancangan teknis, lokasi, dan jadwal pembangunan akademi belum dirinci dalam pernyataan tersebut, namun arah kebijakan sudah jelas: membina atlet sejak dini lewat pemusatan dan integrasi pendidikan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...