Nasional

AI Permudah Promosi UMKM: Cukup Foto Sederhana ke Ads Manager Meta

Bagikan:
Ilustrasi AI membantu promosi produk UMKM melalui foto sederhana

Founder UKMIndonesia.id Dewi Meisari Haryanti mengatakan kecerdasan buatan (AI) dapat menekan biaya promosi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pernyataan itu disampaikan saat ia ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu, 9 September 2026. Menurut Dewi, UMKM hanya memerlukan foto produk sederhana untuk menghasilkan materi visual promosi berkualitas melalui engine AI di Ads Manager Meta.

Bagaimana cara kerja AI untuk promosi UMKM?

Dewi menjelaskan prosesnya sederhana: pelaku UMKM mengambil foto produk tampak depan, lalu mengunggahnya ke Ads Manager Meta yang memiliki engine AI. Engine ini kemudian mengolah foto menjadi materi visual yang lebih variatif dan menarik untuk iklan digital.

Dengan pendekatan tersebut, UMKM tak perlu mengeluarkan biaya besar untuk photoshoot profesional. Teknologi AI memungkinkan pembuatan konten promosi yang sebelumnya sulit dijangkau oleh bisnis berskala kecil.

Kutipan narasumber

"Kalau dalam penerapan teknologi AI di sini, konteksnya adalah AI untuk memudahkan dan menekan biaya promosi. Contoh kalau misalnya perusahaan besar, misalnya dia sebelum berbikin photoshoot mahal dulu, pakai ini dulu,"

"Sementara dengan engine-nya AI, Teman-teman cukup punya foto tampak depan gitu ya. Terus dimasukkan ke engine Ads Manager-nya yang ada di Meta,"

Manfaat dan syarat pemanfaatan

Dewi menekankan teknologi ini lebih terjangkau bagi pelaku usaha yang bersedia mempelajari cara penggunaannya. Pengaturan yang lebih spesifik pada engine AI juga membantu menjangkau calon pembeli yang tepat sesuai preferensi produk.

"Sekarang jadi affordable, syaratnya hanya mau belajar caranya, gitu ya. Dan juga engine AI-nya ini dengan kita men-setting dengan lebih spesifik,"

Ia menambahkan, teknologi ini membuka akses yang lebih inklusif. Kelompok usaha mikro dan kecil yang menjadi mayoritas peserta pelatihan mendapatkan kesempatan memanfaatkan alat promosi yang sebelumnya mahal.

"Jadi di sini kalau saya menyebutnya ya inilah teknologi yang inklusif gitu ya. Membuat sesuatu akses yang tadinya itu terlalu mahal untuk usaha mikro kecil lah,"

Program pelatihan dan tujuan

Menurut Dewi, banyak peserta workshop belum memiliki pengalaman memasarkan produk, apalagi menembus pasar global. Kondisi ini menjadi alasan penyelenggara menggelar pelatihan untuk membantu UMKM mengoptimalkan penggunaan AI dalam strategi promosi.

"Dan memang kebanyakan belum banyak pengalaman bernya, apalagi menembus pasar global. Nah, itulah kenapa kita bikin workshop ini,"

Dengan adopsi alat AI yang lebih mudah diakses, Dewi berharap semakin banyak UMKM dapat meningkatkan kualitas materi promosi tanpa beban biaya besar. Ke depan, keberhasilan inisiatif ini bergantung pada ketersediaan pelatihan praktis dan kemampuan pelaku usaha memanfaatkan fitur-fitur AI secara optimal.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait