Abrasi Meluas di Pantai Cemara, Mahasiswa Bawa Keluhan ke DPRD
JEMBER — Abrasi di Pantai Cemara, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, dilaporkan semakin meluas. Pada Jumat, 18 September 2026, perwakilan Ikatan Mahasiswa Agro Teknologi (IMAGRO) Universitas Jember melakukan audiensi dengan Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto. Mereka meminta dukungan pemerintah untuk memulihkan ekosistem pesisir setelah pasir bibir pantai terkikis dan pelaku usaha kecil bergeser menjauh dari laut.
Kondisi abrasi dan dampak
Pengamatan mahasiswa pada Agustus 2026 menyebutkan garis pantai terus mundur. Ruang di bibir pantai menyempit sehingga warung dan fasilitas pendukung di pesisir terdampak. Data lapangan juga mengingatkan peristiwa gelombang pasang pada Mei 2026 yang mengancam toilet, musala, dan merusak sejumlah warung warga.
Penanaman mangrove telah dilakukan kembali pada Mei sebagai upaya mitigasi. Kajian akademik 2026 menegaskan kawasan mendapat tekanan lingkungan berupa abrasi dan banjir rob. Namun, studi itu juga menunjukkan bahwa persoalan tidak hanya soal jumlah pohon yang ditanam.
Upaya mahasiswa dan keterbatasan bibit
IMAGRO tidak sekadar mengadukan kondisi. Mereka menggandeng komunitas lingkungan untuk mencari bibit mangrove dan menanam kembali di titik-titik kritis. Permintaan bantuan bibit kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, belum terpenuhi karena ketersediaan yang disebut belum ada.
"Sementara ini kami meminta bantuan bibit ke pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, masih belum tersedia,"
— Aldo Dwi R, perwakilan IMAGRO UNEJ
Karena itu, mahasiswa dan warga membeli bibit secara gotong royong. Langkah ini mencerminkan solidaritas, namun juga menyingkap keterbatasan kapasitas komunitas lokal menghadapi proses erosi yang berkelanjutan.
Respons DPRD dan kaitan ekonomi-ekologi
Dewan meminta aktivis lingkungan terus menyuarakan kondisi pesisir. Ketua Komisi B, Candra Ary Fianto, menekankan pentingnya konsistensi advokasi dan pengawasan terhadap perubahan bentang pesisir.
"Jangan lelah untuk menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan, terutama kawasan pantai,"
— Candra Ary Fianto, Ketua Komisi B DPRD Jember
Candra juga mengingatkan hubungan antara aktivitas ekonomi dan perubahan ekosistem. Ia mencontohkan Desa Sumberejo yang dulu berisi hutan bakau, tetapi sebagian berubah menjadi tambak.
"Dulu pernah menjadi hutan bakau. Namun karena dimanfaatkan tambak, hutan bakau tersebut hilang,"
— Candra Ary Fianto
Menurut Candra, kerusakan ekosistem juga dirasakan warga lewat menurunnya hasil laut, seperti sulitnya mencari lobster.
Tantangan ke depan
Kasus Pantai Cemara menunjukkan upaya komunitas lokal penting, namun tidak cukup tanpa dukungan pemerintah yang memiliki kewenangan dan sumber daya. Perbaikan pesisir membutuhkan koordinasi cepat antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah daerah untuk memastikan suplai bibit, program penanaman, dan proteksi fasilitas publik.
Jika tidak ditangani terpadu, erosi akan terus mengurangi ruang pesisir dan memperbesar risiko bagi ekonomi lokal dan fasilitas umum.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ansari Ingatkan Wisudawan STEI Pamekasan: Buktikan Manfaat Ilmu
Ansari minta wisudawan STEI Masyarakat Madani Pamekasan membuktikan manfaat ilmu mereka; 44 lulusan diwisuda...
Blitar Perkuat Nasionalisme dan Keterampilan Generasi Muda Lewat Soekarno Way
Pemkab Blitar dorong nasionalisme dan keterampilan generasi muda lewat talkshow Soekarno Way untuk siapkan p...
Hasto Ajak Mahasiswa Teladani Soekarno Way di Blitar
Hasto Kristiyanto mengajak mahasiswa meneladani Soekarno Way sebagai pedoman kepemimpinan berideologi dan be...
Soekarno Run Blitar 2026 Dorong Peran Anak Muda di Politik
Deni Wicaksono: partai harus beri ruang bagi generasi muda lewat kegiatan seperti Soekarno Run dan Soekarno...
Soekarno Run Blitar: Partai Diminta Buka Ruang untuk Anak Muda
Deni Wicaksono minta partai buka ruang bagi pemuda lewat Soekarno Run dan kegiatan olahraga di Blitar untuk...
PDI Perjuangan Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Tempursari
PDI Perjuangan Lumajang menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Tempursari pada 7 November 2026 sebagai...