Bapanas Bangun 100 IPP Rp5 T untuk Stabilisasi Pangan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bakal membangun 100 infrastruktur pascapanen (IPP) dengan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan nasional. Pengumuman itu disampaikan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman dalam rapat bersama DPD RI di Jakarta, Senin 8 Juni 2026.
Rencana pembangunan 100 IPP
Pembangunan IPP difokuskan di berbagai sentra produksi pangan nasional. Tujuannya memperkuat ekosistem pangan dari hulu hingga hilir sehingga stok, distribusi, dan kualitas hasil panen terjaga.
"Kita bangun gudang di seluruh Indonesia. Terutama di wilayah yang belum memiliki fasilitas penyimpanan memadai," kata Andi Amran Sulaiman.
Anggaran dan titik pembangunan
Anggaran total yang disiapkan mencapai sekitar Rp5 triliun. Lokasi pembangunan ditetapkan di sentra produksi utama untuk memaksimalkan akses petani ke fasilitas penyimpanan dan pengolahan.
| Item | Jumlah |
|---|---|
| Unit IPP | 100 unit |
| Anggaran | Rp5 triliun |
| Stok Cadangan Beras Pemerintah | 5,3 juta ton |
| Kapasitas gudang Bulog | ~3 juta ton |
Fungsi IPP dan integrasi ekosistem
IPP dirancang menjadi simpul penyimpanan dan pengolahan dalam ekosistem pangan nasional. Infrastruktur ini akan terintegrasi dengan berbagai pihak untuk memperlancar rantai pasok.
- Fungsi utama: penyimpanan, pengeringan, dan pengolahan beras.
- Fasilitas meliputi gudang, pengering, rice milling unit (RMU), silo, dan pengolahan beras modern.
- Integrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih, Bulog, dan mekanisme MBG untuk penyerapan hasil petani.
"Inilah nanti yang menyuplai Koperasi Desa Merah Putih, gudang menjadi induknya dalam ekosistem pangan nasional," ujar Andi Amran Sulaiman.
Stok beras dan tantangan kapasitas
Bapanas mencatat stok Cadangan Beras Pemerintah mencapai 5,3 juta ton, yang melampaui kapasitas gudang Bulog sekitar 3 juta ton. Untuk itu pemerintah berencana menerapkan skema gudang filial guna menjaga kualitas dan distribusi stok.
Tanggapan DPR/DPD
Ketua Komite II DPD RI, Badikenita Br Sitepu, menilai pembangunan IPP sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan percepatan swasembada.
"Pemerintah telah menerbitkan berbagai kebijakan strategis. Salah satunya percepatan pembangunan infrastruktur pascapanen," kata Badikenita.
Pembangunan 100 unit IPP juga merupakan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026, yang menugaskan Bulog untuk membangun fasilitas di seluruh daerah. Program ini diharapkan memperbaiki penyimpanan, menekan kehilangan pascapanen, dan membantu menjaga stabilitas harga pangan ke depan.
Berita Terkait
Presiden Rombak KNIU: Menteri Kebudayaan Jadi Ketua Baru
Presiden Prabowo mengubah struktur KNIU lewat Perpres 31/2026; Menteri Kebudayaan ditunjuk sebagai Ketua dan...
Korban Kebakaran Kemayoran Apresiasi Bantuan Sosial Polri
Warga korban kebakaran Kemayoran mengapresiasi bantuan sosial dan layanan kesehatan gratis dari Polri yang d...
100 CTFP: Dukungan Tokoh Dunia bagi Atlet Difabel
Konsep 100 CTFP dinilai memberi semangat bagi atlet difabel lewat pesan singkat tokoh dunia, kata Jenny O di...
BPOM Gelar Jamu Festival 2026 untuk Dorong Gaya Hidup Sehat
BPOM menggelar Jamu Festival 2026 di Jakarta untuk dorong pola hidup sehat melalui olahraga dan konsumsi jam...
100 CTFP: Gerakan Kasih Sayang untuk Atlet Difabel
100 CTFP 2026 dinilai gerakan kasih sayang bagi atlet difabel, menggabungkan kegiatan olahraga dan aksi sosi...
Nanik S. Deyang Resmi Pimpin BGN, Ini Rekam Jejak dan Langkah Perbaikan
Nanik S. Deyang dilantik sebagai Kepala BGN 8 Juni 2026; ia ditugaskan memperbaiki pengawasan Program MBG se...