100 CTFP Rayakan Setahun, Perkuat Dukungan untuk Atlet Disabilitas
100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP) genap berusia satu tahun sejak peluncuran pada 11 Juli 2025 di Ital Auto, Singapura. Gerakan ini memperkuat dukungan moral dan public awareness untuk atlet disabilitas melalui kartu berisi pesan inspiratif dari pemimpin dunia, atlet, dan selebritas. Inisiatif digagas oleh Natalia Tjahja, pendiri Maria Monique Last Wish Foundation, sebagai upaya menanamkan martabat, harapan, dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas.
Sejarah dan tujuan gerakan
100 CTFP adalah gerakan global yang menghimpun dukungan lintas negara melalui kartu pesan inspiratif. Tujuannya sederhana namun kuat: mendorong inklusi dan memperkuat keyakinan bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi potensi. Gerakan ini dijalankan sebagai zero cost movement, sehingga dapat tumbuh secara akar rumput tanpa beban operasional besar.
Pesan dukungan dari IPC
Pada peringatan satu tahun, Presiden International Paralympic Committee (IPC), Andrew Parsons, menekankan pentingnya membangun masyarakat yang inklusif. Parsons menyatakan bahwa keberagaman adalah fakta, sementara inklusi adalah pilihan yang butuh upaya bersama.
"Ada kekuatan dalam perbedaan. Kami ingin membangun dunia di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk mencapai potensi penuh mereka," ujar Parsons.
Pernyataan itu mempertegas komitmen IPC untuk memajukan kesetaraan dan kesempatan yang sama bagi seluruh penyandang disabilitas, termasuk di dunia olahraga maupun kehidupan sehari-hari.
Peran Natalia Tjahja dan dampak gerakan
Natalia Tjahja memprakarsai gerakan ini melalui Maria Monique Last Wish Foundation untuk memberi ruang apresiasi bagi atlet disabilitas. Ia melihat dukungan dari lembaga internasional seperti IPC sebagai momentum memperluas jangkauan gerakan. Sejak peluncuran, 100 CTFP berhasil menghimpun dukungan dari berbagai kalangan dan lintas negara, melampaui batas geografis dan budaya.
Langkah ke depan
Ke depan, gerakan akan tetap fokus pada penyebaran pesan inklusi dan penghargaan atas kontribusi atlet disabilitas. Dukungan global yang berkelanjutan diharapkan mendorong perubahan sikap publik serta kebijakan yang lebih ramah penyandang disabilitas. Komitmen untuk memperluas dampak akan dilanjutkan melalui kolaborasi sektor publik, swasta, dan komunitas akar rumput.
Dengan menutup tahun pertama, 100 CTFP menegaskan bahwa dukungan moral sekaligus advokasi bisa dimulai dari tindakan sederhana namun konsisten: menyuarakan penghormatan, harapan, dan kesempatan bagi semua.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ridho Rahmadi Mundur, Ansufri Sambo Jadi Plt Ketum Partai Ummat
Ridho Rahmadi mundur sebagai Ketum DPP Partai Ummat; Majelis Syura tunjuk Ansufri Idrus Sambo sebagai Plt un...
Pertamina Patra Niaga: Infrastruktur dan Distribusi B50 Siap
Pertamina Patra Niaga menyatakan infrastruktur B50 siap, meliputi penerimaan FAME, pencampuran, penyimpanan,...
Kepemilikan CCTV Pejompongan Rusak Masih Ditelusuri
Kepemilikan beberapa CCTV yang rusak di Pejompongan masih diselidiki setelah perusakan pada 27 Agustus 2026;...
Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU dan Sejarah Singkat PBNU
Presiden Prabowo membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang; artikel merangkum sejarah singkat PBNU sejak 1926.
Gus Yahya Harap Presiden Prabowo Buka Muktamar NU 2031
Gus Yahya berharap Presiden Prabowo kembali membuka Muktamar NU ke-36 pada 2031; disampaikan saat pembukaan...
Pemprov DKI Imbau Warga Jaga Fasilitas Publik setelah CCTV Rusak
Pemprov DKI mengimbau warga untuk menjaga fasilitas publik setelah sejumlah CCTV di Pejompongan rusak pasca-...