XL Smart Catat Pendapatan Naik 38% namun Rugi Rp716,93 Miliar di Q1 2026
Jakarta. XL Smart Telecom Sejahtera (EXCL), hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren, mencatatkan kenaikan pendapatan signifikan pada kuartal I 2026 namun masih membukukan rugi bersih. Pada Januari–Maret 2026, pendapatan naik 38% secara tahunan menjadi Rp 11,83 triliun, sementara rugi bersih tercatat Rp 716,93 miliar.
Hasil keuangan kuartal I 2026
Perusahaan melaporkan pendapatan Rp 11,83 triliun pada Q1 2026, meningkat dibandingkan Rp 8,60 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kuartal, pendapatan turun tipis 1%.
Meskipun pendapatan membaik, EXCL masih mencatat rugi bersih. Perbandingan tahun-ke-tahun menunjukkan perusahaan memperoleh laba Rp 384 miliar pada kuartal I tahun lalu.
Biaya integrasi yang menyusut dan proyeksi 2026–2027
Integrasi pasca-merger membebani keuangan pada 2025, ketika EXCL mencatat rugi tahunan sebesar Rp 4,42 triliun. Biaya integrasi sepanjang 2025 mencapai Rp 2,35 triliun.
Namun pada Q1 2026 biaya integrasi menyusut drastis menjadi hanya Rp 28 miliar. Perusahaan memperkirakan total belanja integrasi tahun 2026 mencapai sekitar Rp 1 triliun seiring penyelesaian integrasi sistem dan teknologi.
Manajemen memproyeksikan EXCL akan kembali mencetak laba pada 2027 dengan estimasi laba bersih sekitar Rp 3 triliun.
Perkembangan jaringan dan efisiensi operasional
Penggabungan memberi dampak pada ekspansi layanan. Hingga akhir Maret 2026, layanan 5G EXCL telah tersedia di 43 kota dengan kecepatan hingga 250 Mbps, dan rencana perluasan berlanjut secara bertahap.
Konsolidasi menara telekomunikasi mencapai 77% dari target, membantu menekan biaya operasi. Sebagai hasilnya, beban operasi turun dari Rp 7,78 triliun pada kuartal IV 2025 menjadi Rp 6,41 triliun pada Q1 2026.
Pengguna, trafik, dan ARPU
Jumlah pelanggan turun 5% secara kuartal menjadi 69,4 juta pengguna dari 73 juta. Data traffic juga mengalami penurunan 3% menjadi 3.867 petabyte.
Sebaliknya, average revenue per user (ARPU) seluler meningkat 6% menjadi Rp 46.300 dari Rp 44.800 pada kuartal sebelumnya.
Respons analis dan risiko
Analisis dari Mirae Asset Sekuritas menilai prospek EXCL positif. Daniel Widjaja dan Wilbert Arifin mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor telekomunikasi Indonesia dan menaikkan target harga saham EXCL menjadi Rp 4.300 dari Rp 3.030.
"Kami menilai aksi korporasi signifikan pada 2026 dapat menjadi katalis positif, meningkatkan kepercayaan investor pada segmen mobile dan fixed broadband. EXCL tetap menjadi top pick kami karena prospek pertumbuhannya paling menarik dibanding pesaing," tulis Daniel dan Wilbert.
Namun analis mengingatkan risiko yang masih mengintai, seperti perlambatan pertumbuhan ARPU dan peningkatan persaingan di pasar mobile dan fixed broadband.
Fokus manajemen ke depan
Direktur Utama Rajeev Sethi menegaskan fokus perusahaan adalah memperkuat kualitas jaringan dan memperluas pengalaman 5G bagi pelanggan di seluruh Indonesia.
Kami ingin memastikan setiap pelanggan menikmati konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan tanpa hambatan. Integrasi jaringan dan ekspansi 5G menjadi landasan utama XL Smart untuk membangun pengalaman digital generasi berikutnya, kata Sethi.
Penutupan: Saham EXCL ditutup pada level Rp 3.100 pada perdagangan terakhir, sementara perusahaan mengestimasi penghematan hingga US$300 juta tahun ini sebagai bagian dari manfaat merger.
Berita Terkait
Redea Institute-Taruna Nusantara Cimahi Perkuat Sinergi Pendidikan
Redea Institute dan Taruna Nusantara Cimahi menandatangani MoU untuk meningkatkan mutu akademik dan persiapa...
Redea Institute dan Taruna Nusantara Cimahi Perkuat Kerja Sama Pendidikan
Redea Institute dan Taruna Nusantara Cimahi resmi teken MoU untuk perkuat kualitas akademik, pelatihan guru,...
13 Finalis Speaking Contest 2026 Siap Adu Gagasan soal AI
Sebanyak 13 finalis dari siswa, mahasiswa, dan guru akan tampil pada Grand Finale Speaking Contest 2026, men...
Menteri Kenalkan Wolvesight: Aplikasi Keamanan Digital AI
Menteri Ekraf luncurkan Wolvesight, platform keamanan digital AI anak bangsa, sebagai bagian penguatan fonda...
Pola Cuaca Bergeser, Prakiraan Makin Sulit Akibat Pemanasan Global
Dwikorita: pola cuaca historis terganggu dan prakiraan makin sulit karena pemanasan global mempercepat siklu...
Esa Unggul dan ASU Luncurkan International College di Jakarta
Universitas Esa Unggul luncurkan International College bersama Arizona State University pada 4 Juni 2026, me...