Kapal Antariksa LINK Alami Kendala, Misi Penyelamatan Swift Tertunda
Kapal antariksa LINK milik Katalyst mengalami gangguan sistem kendali orientasi pada tahap awal operasional pada Rabu, 29 Juli 2026. Gangguan membuat wahana berputar serta menyebabkan komunikasi dengan tim Bumi tidak stabil, sehingga rencana pendekatan untuk menaikkan orbit Neil Gehrels Swift Observatory tertunda.
Status teknis LINK
Pemeriksaan awal menunjukkan dua dari tiga roda reaksi LINK tidak berfungsi. Tim juga mendeteksi sebagian kehilangan kemampuan pada sistem pendorong gas dingin.
NASA menyatakan bahwa dua dari tiga roda reaksi LINK tidak dapat beroperasi dan wahana mengalami gangguan sebagian pada sistem pendorong gas dingin.
Meskipun demikian, mayoritas subsistem utama lain masih beroperasi. Pasokan daya dan saluran komunikasi dasar antara LINK dan tim Katalyst tetap terjaga.
Upaya stabilisasi dan perbaikan
Katalyst berencana menghentikan rotasi LINK dalam beberapa hari mendatang dengan memanfaatkan pendorong propulsi listrik. Langkah ini bertujuan mengembalikan kendali orientasi sebelum melanjutkan evaluasi mendalam.
Setelah stabil, tim akan menilai kondisi instrumen dan menyesuaikan sistem panduan, navigasi, serta kendali. Penyesuaian akan dilakukan untuk mengoperasikan wahana dengan konfigurasi baru jika diperlukan.
Dampak pada rencana pendekatan Swift
LINK dirancang untuk mendekati, menangkap, dan menaikkan orbit Neil Gehrels Swift Observatory milik NASA. Penangkapan itu diperlukan karena orbit Swift menurun akibat hambatan atmosfer dan perlu dinaikkan untuk memperpanjang masa operasionalnya.
Katalyst dan tim NASA akan menilai kembali rencana pendekatan dan penangkapan berdasarkan kesehatan LINK dan tingkat keamanan manuver. Keputusan akhir akan bergantung pada hasil evaluasi teknis dan risiko yang dapat ditoleransi.
Kronologi singkat dan prospek
LINK diluncurkan pada 3 Juli 2026 dan sempat menyelesaikan rangkaian aktivasi awal pasca-peluncuran. Gangguan kini memaksa jeda operasional dan revisi rencana misi.
Jika stabilisasi berhasil dan penyesuaian kendali aman dilakukan, misi masih bisa dilanjutkan dengan modifikasi prosedur. Namun bila kerusakan lebih luas terdeteksi, tim harus mempertimbangkan opsi operasi alternatif atau menunda penangkapan Swift hingga kondisi membaik.
Ke depan, publik akan menerima pembaruan dari Katalyst dan NASA seiring berjalannya pemeriksaan teknis dan keputusan operasional.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
UNJ Kembangkan Model Pengasuhan Positif untuk Keluarga Urban
UNJ kembangkan model pengasuhan positif berbasis riset untuk keluarga urban, dilaksanakan 16 Juni–16 Juli 20...
Sensor Smartphone Permudah Deteksi Penyakit dan Keamanan Pangan
Peneliti BRIN kembangkan sensor berbasis smartphone yang deteksi penyakit dan pantau kualitas pangan melalui...
Bukan Mitos, Ubur-ubur Ini Mampu Mengulang Siklus Hidupnya
Jenis ubur-ubur tertentu mampu kembali dari fase dewasa ke polip dan 'mengulang' siklus hidupnya, sehingga s...
Andromeda: Pembentukan Bintang Meredup dalam 500 Juta Tahun
Hubble menemukan pembentukan bintang di Andromeda menurun dalam 500 juta tahun terakhir, dengan penurunan ta...
Lubang Hitam 'Mengembara' Melahap Bintang di Pinggiran Galaksi
Teleskop Swift mendeteksi lubang hitam supermasif di pinggiran galaksi 750 juta tahun cahaya, langka karena...
Astronaut Chris Williams Paparkan Misi 8 Bulan di ISS
Chris Williams akan memaparkan misi 241 hari di ISS pada konferensi pers 4 Agustus 2026 di Johnson Space Cen...