KCIC Waspadai Penipuan Tiket Whoosh via WhatsApp
PT KCIC meminta masyarakat waspada terhadap penipuan pemesanan tiket Whoosh yang marak lewat WhatsApp. Imbauan ini dirilis di Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026, setelah ditemukan upaya pengalihan komunikasi ke nomor tidak resmi yang berpotensi merugikan finansial pengguna. KCIC menegaskan pembayaran tiket tidak diarahkan ke rekening perorangan dan meminta warga selalu menggunakan kanal resmi.
Nomor resmi dan kanal transaksi Whoosh
KCIC menegaskan bahwa layanan resmi Whoosh Contact Center hanya beroperasi pada nomor ponsel 0811-8888-111 yang terverifikasi centang biru. Nomor ini melayani informasi, pengaduan, pemesanan rombongan, serta voucher tiket perjalanan.
Penjualan tiket resmi tersedia melalui beberapa kanal berikut:
- Aplikasi Whoosh
- Halaman web resmi: ticket.kcic.co.id
- Loket stasiun dan Ticket Vending Machine
- Aplikasi mitra resmi seperti Livin' by Mandiri, Tiket.com, dan Traveloka
Modus penipuan yang ditemukan
KCIC menjelaskan bahwa penipuan berawal dari unggahan di media sosial yang mengarahkan korban ke nomor tidak resmi. Pelaku membuat jadwal perjalanan palsu, meminta data pribadi, dan menawarkan promo atau fasilitas yang tidak nyata. Hal ini mengakibatkan potensi kebocoran data dan kerugian finansial jika korban mengikuti instruksi pelaku.
Apa yang harus dicegah dan diperiksa
Perusahaan mengingatkan publik agar tidak hanya melihat logo, nama, atau jadwal yang disajikan. Pastikan nomor yang dihubungi dan kanal transaksi adalah kanal resmi Whoosh. Selain itu, warga diminta menjaga kerahasiaan informasi sensitif seperti kode OTP, PIN, dan kata sandi perbankan.
"Berbagai informasi resmi Whoosh dapat dengan mudah disalin dan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak hanya melihat logo, nama, atau jadwal yang diberikan, tetapi selalu memastikan nomor yang dihubungi dan kanal transaksi yang digunakan merupakan kanal resmi Whoosh," ujar Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC.
Langkah saat menemukan indikasi penipuan
KCIC mengimbau penanganan cepat ketika menemukan indikasi penipuan. Simpan bukti komunikasi, hentikan transaksi, dan laporkan kejadian tersebut ke platform terkait serta Whoosh Contact Center.
- Hentikan komunikasi dan transaksi
- Simpan bukti percakapan
- Blokir nomor yang mencurigakan
- Laporkan ke platform pengirim dan ke Contact Center Whoosh
"Jika menemukan indikasi penipuan, segera hentikan komunikasi dan transaksi, simpan bukti percakapan, blokir nomor tersebut, serta laporkan kepada platform terkait dan Whoosh Contact Center. KCIC terus meningkatkan edukasi dan pemantauan terhadap penyalahgunaan nama Whoosh untuk membantu melindungi masyarakat dari potensi penipuan," kata Emir Monti, Manager Corporate Communication KCIC.
KCIC menyatakan akan meningkatkan pemantauan dan edukasi publik agar penyalahgunaan nama Whoosh dapat diminimalkan. Masyarakat diimbau selalu melakukan transaksi melalui kanal resmi untuk menghindari risiko penipuan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...