Nasional

Wapres Tinjau Penanganan Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan

Bagikan:
Wapres meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi Kalimantan: Palangka Raya (Kalimantan Tengah), Banjarbaru (Kalimantan Selatan), dan Kubu Raya (Kalimantan Barat). Kunjungan bertujuan melihat perkembangan pemadaman, kebutuhan warga, serta penerapan inovasi di lapangan.

Kunjungan dan fokus penanganan

Wapres meninjau posko dan area terdampak untuk memastikan respons pemadaman berjalan cepat dan menyeluruh. Ia menekankan pemadaman harus berjalan bersamaan dengan perlindungan warga dan keselamatan petugas.

Perlindungan kelompok rentan

Dalam setiap langkah penanganan, Wapres mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan. Ia meminta pemenuhan layanan dasar serta akses pengobatan dan pendidikan tetap diprioritaskan.

  • Anak-anak
  • Lanjut usia
  • Ibu hamil
  • Penyandang disabilitas

Wapres juga menekankan kebutuhan logistik di lapangan, seperti masker, vitamin, air, dan layanan kesehatan. Menurutnya, pemadaman titik api harus diimbangi pelayanan warga.

"Pemadaman titik api dan pelayanan warga harus berjalan bersamaan," ujarnya. "Termasuk pemenuhan kebutuhan pengobatan, akses pendidikan, ketersediaan masker, vitamin, air, dan logistic."

Inovasi pemadaman lahan gambut

Salah satu fokus kunjungan adalah uji coba formulasi surfaktan ramah lingkungan untuk memadamkan kebakaran lahan gambut. Formulasi ini direformulasi dari cairan pembentuk busa agar sesuai untuk kondisi gambut.

Formulasi membantu air menembus lapisan gambut sekaligus membentuk busa di permukaan. Dampaknya pendinginan dan pemadaman bara bawah permukaan menjadi lebih efektif dengan penggunaan air lebih efisien.

Pengujian menggunakan drone thermal menunjukkan penurunan suhu signifikan. Suhu area gambut yang semula sekitar 130°C turun menjadi sekitar 30°C dalam waktu kurang lebih satu menit setelah aplikasi.

"Inovasi harus terukur, efektif, dan menjawab kebutuhan lapangan," ucapnya. "Inovasi harus kita lihat hasilnya di lapangan."

Koordinasi, permintaan maaf, dan kewaspadaan jangka panjang

Di Posko Penanggulangan Karhutla Banjarbaru, Wapres menyampaikan permintaan maaf kepada warga Kalimantan karena kualitas udara belum sepenuhnya pulih. Ia menegaskan pemerintah akan memaksimalkan upaya sesuai arahan Presiden.

"Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih," ujarnya. "Namun kami akan memaksimalkan dan mengupayakan yang terbaik sesuai arahan dari Bapak Presiden."

Wapres meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi dan memastikan tindak lanjut yang jelas untuk setiap kendala lapangan. Ia mengingatkan pula kewaspadaan jangka panjang karena kondisi El Nino diperkirakan bertahan hingga awal 2027.

"Tingkatkan kewaspadaan El Nino diperkirakan bertahan hingga awal 2027," ujarnya. "Lakukan patroli pencegahan lebih intens."

Penanganan yang efektif membutuhkan sinergi antar-actor, inovasi yang terukur, dan perlindungan bagi masyarakat terdampak. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus terus diperkuat ke depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait