Wapres Kunjungi Museum Asmat, Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya
Wapres Kunjungi Museum Asmat pada 21 Juni 2026 di Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, untuk menegaskan komitmen pemerintah melestarikan budaya serta memantau program Pemberdayaan Masyarakat setempat.
Wapres Kunjungi Museum Asmat tiba dari Pangkalan TNI AU Yohanis Kapiyau, Timika, dan mendarat di Bandara Ewer sebelum menuju dermaga. Dari dermaga, rombongan menaiki speed boat ke Distrik Agats dan disambut antusias penduduk lokal.
Kedatangan dan sambutan masyarakat
Setibanya di Agats, Wapres disambut ratusan warga yang menunggu sejak pagi. Ia lalu mengendarai sepeda motor listrik untuk menuju Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat dan beberapa kali berhenti membagikan buku kepada anak-anak setempat. Kehadiran itu memperlihatkan interaksi langsung antara pejabat negara dan komunitas adat.
Kunjungan di Museum dan prosesi adat
Di museum, Wapres menyaksikan berbagai karya seni pahat Asmat yang menjadi identitas budaya daerah. Rombongan disuguhi prosesi tarian adat sebagai bentuk penghormatan, lalu Wapres melakukan pemotongan ikatan palang menggunakan jepit kerang yang disiapkan masyarakat.
Museum juga memamerkan sepeda motor listrik yang pernah digunakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Motor itu dipajang sebagai simbol kunjungan bersejarah dan keberlanjutan upaya pengakuan terhadap Asmat.
Sesudah satu tahun beliau dari sini dampaknya sangat luar biasa makannya kita abadikan motornya di sini. Beliau juga meninggalkan legacy yang luar biasa,
Beliau Presiden pertama dan tidak ada duanya. Nah Wakil Presiden RI yang pertama ke sini bapak, terima kasih bapak,
Fokus Pelestarian Budaya dan pemberdayaan
Kunjungan menegaskan penguatan program pelestarian budaya Asmat sekaligus pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Pemerintah akan memperkuat kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dan produktif melalui pelatihan dan dukungan infrastruktur sederhana.
Selain aspek budaya, agenda juga memantau skema pemberdayaan yang sebelumnya dikoordinasikan bersama pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan memperkuat sinergi antarpihak untuk menjaga warisan budaya dan kesejahteraan warga.
Implikasi dan langkah ke depan
Kunjungan ini memberi sinyal bahwa pemerintah menempatkan pelestarian budaya sebagai bagian dari program pembangunan daerah terpencil. Ke depan, pemantauan berkelanjutan dan dukungan sumber daya diharapkan menjadikan Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat pusat edukasi budaya serta penggerak ekonomi lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menteri PU bangun huntara Sigi dan perbaiki infrastruktur
Menteri PU menyatakan kesiapan membangun huntara dan memperbaiki infrastruktur di Sigi pascagempa, namun tin...
Sepuluh Ruas Tol Baru Siap Dukung Nataru 2026
Kementerian PU menargetkan 10 ruas tol baru sepanjang 201,12 km rampung menjelang Nataru 2026 untuk memperla...
Seabad Jam Gadang, Menbud Fadli Zon: Bukan Sekadar Penanda Waktu
Jam Gadang diperingati seratus tahun di Bukittinggi (20 Juni 2026). Menbud Fadli Zon menilai ikon ini bukan...
Program Makan Bergizi Gratis: APPMBGI Serukan Jangan Dipolitisasi
APPMBGI meminta agar Program Makan Bergizi Gratis tidak dipolitisasi dan mendorong dialog intensif dengan BG...
Wamen Ekraf Dorong Ruang Komunitas Literasi Jadi Motor bagi Anak
Wamen Ekraf Irene Umar mendorong ruang komunitas literasi sebagai motor literasi anak saat kunjungan ke Tera...
Pelayanan kesehatan berkualitas: BURT DPR Tekankan Pentingnya Kepedulian
Indah Kurnia dari BURT DPR menekankan kepedulian tenaga kesehatan sebagai kunci pelayanan kesehatan berkuali...