Wamendag Dorong Fortuna Shoes Perluas Pasar Ekspor
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong CV Fortuna Shoes memanfaatkan fasilitasi perdagangan untuk memperluas pasar ekspor saat mengunjungi pabrik di Bandung, Jawa Barat, Senin, 14 September 2026. Dorongan ini bertujuan menghubungkan produsen lokal dengan buyer potensial melalui business matching dan business pitching yang difasilitasi Kementerian Perdagangan.
Dorongan fasilitasi perdagangan
Kementerian Perdagangan mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan untuk membantu pelaku usaha melakukan penjajakan bisnis ke luar negeri. Fasilitasi berupa business matching dan business pitching menjadi jalur utama agar produsen lokal langsung bertemu calon pembeli.
“Kementerian Perdagangan mengoptimalkan peran perwadag, melalui fasilitasi berbagai business matching dan business pitching. Agar pelaku usaha lokal dapat terhubung langsung dengan buyer potensial,” ujar Roro.
Partisipasi di Trade Expo Indonesia
Fortuna Shoes direncanakan bergabung dalam stan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Roro mendorong perusahaan memanfaatkan kehadiran perwakilan perdagangan untuk melakukan business matching langsung di lokasi pameran.
Pengalaman TEI sebelumnya mendukung optimisme itu. TEI 2025 tercatat dihadiri 8.045 buyer internasional, menegaskan peran pameran ini dalam mendongkrak ekspor Indonesia.
Kontribusi sosial dan tenaga kerja
Roro juga menyoroti komposisi tenaga kerja perusahaan. Sekitar 60 persen tenaga kerja Fortuna Shoes adalah perempuan, yang dinilai memberi efek pengganda positif bagi lingkungan sosial dan ekonomi sekitar pabrik.
“Perempuan-perempuan kuat mendominasi perusahaan ini sekitar 60 persen. Hal ini merupakan dampak pengganda (multiplier effect) yang positif bagi lingkungan sekitar perusahaan,” kata Roro.
Profil perusahaan dan kapasitas produksi
CV Fortuna Shoes didirikan Dede Chandra pada 1969 di Bandung. Perusahaan menempatkan tradition, craftsmanship, dan quality sebagai landasan produksi.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Kode HS | 6403, 6406 (alas kaki dan bagiannya) |
| Kapasitas Produksi | 50.000 pasang per tahun |
| Terdaftar e-SKA | Sejak 9 Januari 2012; penerbitan SKA sejak 2000 |
Skema preferensi tarif dan pasar ekspor
Fortuna Shoes memanfaatkan fasilitas tarif preferensi dari beberapa perjanjian perdagangan. Skema tersebut meliputi Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement, ASEAN-Korea Free Trade Area, dan Generalised Scheme of Preferences Uni Eropa. Pemanfaatan skema ini meningkatkan daya saing produk di pasar mitra.
Merek dan distribusi di Jepang
Fortuna memproduksi merek Jalan Sriwijaya khusus untuk pasar Jepang melalui mitra GMT Inc., yang bertindak sebagai pemilik merek, importir, dan pengelola gerai. Saat ini produk Jalan Sriwijaya dipasarkan lewat tujuh gerai di berbagai kota Jepang dan menempati segmen menengah atas.
“Dengan Surat Keterangan Asal (SKA), jualan di manapun, pembeli akan mengetahui bahwa sepatu Fortuna berasal dari Bandung. Hal ini tentu membawa nilai tambah bagi Bandung,” ujar Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Dengan dukungan fasilitasi perdagangan dan pemanfaatan skema preferensi, Fortuna Shoes berpeluang memperluas pangsa pasar ekspor. Ke depan, optimalisasi business matching di TEI 2026 dan pemanfaatan SKA diharapkan mendorong volume ekspor dan nilai tambah bagi produk Bandung.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DWP Kemendikdasmen Perkuat Tata Kelola dengan E-Reporting
DWP Kemendikdasmen sosialisasikan Sapta Program Prioritas dan E-Reporting pada 15 September 2026 untuk mempe...
Wamen ATR/BPN Hormati Proses Hukum OTT KPK di BPN Bogor
Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan menghormati proses hukum OTT KPK di BPN Kabupaten Bogor dan menjanjikan sikap ko...
Pemerintah Tindak 25 Merek Diduga Pemalsu Beras Fortifikasi
Pemerintah selidiki 25 merek beras fortifikasi diduga palsu; produk ditarik, izin dicabut, dan kasus diselid...
Kemendag: LPG 3 kg di 17 SPBE Terbukti 100% Sesuai Takaran
Kemendag temukan LPG 3 kg di 17 SPBE memenuhi ketentuan takaran; SOP pengisian dan audit SPBE jadi fokus per...
Indonesia-India Perkuat Kerja Sama Teknologi Telekomunikasi
Indonesia dan India menandatangani MoU kerja sama teknologi telekomunikasi pada 15 September 2026 untuk memp...
Karhutla Kalbar 15 Sept 2026: Area Terbakar 48.535 Ha, Penanganan Diperkuat
BNPB laporkan kondisi karhutla 15 Sept 2026: total area terbakar di Kalbar 48.535,73 ha, penanganan diperkua...