Vozinha: Kiper Tanjung Verde dan Asal Nama dari Piala Dunia 1986
Vozinha, kiper Tanjung Verde bernama asli Josimar Dias, menjadi sorotan setelah debut negaranya di Piala Dunia 2026.
Pada Selasa, 16 Juni 2026, ia membantu Tanjung Verde menahan imbang Spanyol tanpa kebobolan. Di balik penampilan itu tersimpan cerita nama yang bermula dari turnamen 1986.
Asal-usul nama
Ayah Vozinha, Ze Pedro, awalnya ingin memberi nama Valdano kepada putranya. Pilihan itu terinspirasi oleh penampilan Jorge Valdano bersama Argentina di Piala Dunia 1986 di Meksiko.
Namun, permintaan pencatatan nama asing ditolak oleh petugas administrasi setempat. Ze Pedro kemudian mencari alternatif yang masih berkaitan dengan turnamen tersebut.
Ia memilih nama Josimar, merujuk pada sosok pemain Brasil yang bersinar pada edisi 1986. Nama resmi anak tercatat sebagai Josimar Dias, meski publik mengenalnya sebagai Vozinha.
Kisah itu diakui oleh Vozinha dan FIFA
Dalam rilis yang dipublikasikan di halaman resmi FIFA pada 16 Juni 2026, Vozinha menjelaskan hubungan nama dan inspirasinya. Ia menyebut dua pemain sebagai sumber penghargaan atas namanya.
Di dunia sepak bola, saya memang dikenal dengan nama Vozinha. Tapi saya ingin menyampaikan penghargaan kepada Jorge Valdano dan Josimar, keduanya adalah inspirasi di balik nama saya
Reaksi Jorge Valdano
FIFA mengabarkan kisah itu kepada Jorge Valdano menjelang laga Tanjung Verde melawan Spanyol. Mantan penyerang Argentina tersebut merasa terkejut sekaligus bangga.
Empat puluh tahun setelah bermain di Piala Dunia 1986, saya bermain secara tidak langsung di Piala Dunia 2026, melalui Vozinha. Itu merupakan kejutan besar bagi saya
Valdano mengaku heran mengapa namanya menjadi sumber inspirasi. Namun ia menegaskan kebanggaannya atas hubungan itu.
Dedikasi setelah laga
Setelah hasil imbang bersejarah, popularitas Vozinha melonjak. Meski demikian, ia memilih memberikan apresiasi pada keluarga dan rakyat Tanjung Verde.
Saya sangat berterima kasih kepada orang tua dan kakek-nenek, yang sekarang menatapku dari atas sana. Jika mereka masih hidup hari ini, mereka akan sangat bangga dengan cucunya
Penjaga gawang berusia 40 tahun itu menegaskan pencapaian itu ia persembahkan untuk seluruh rakyat negaranya.
Ini semua untuk rakyat kami. Saya berterima kasih kepada semua penggemar yang telah memberikan dukungan untuk Tanjung Verde
Implikasi dan prospek
Penampilan Vozinha memberi momentum moral bagi Tanjung Verde di grup mereka. Hasil imbang kontra Spanyol meningkatkan kepercayaan tim menjelang laga-laga berikutnya.
Nama yang melekat pada dirinya kini menjadi bagian dari narasi tim kecil itu di panggung dunia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Cosmo JNE Jakarta Bungkam Nanzaby FC Kepri 3-2 di PFL 2026
Cosmo JNE Jakarta menang 3-2 atas Nanzaby FC Kepri di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, setelah gol c...
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...
Asian Games 2026 Ditutup, Dubes RI Apresiasi Kontingen Indonesia
Dubes RI Nurmala Kartini mengapresiasi perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang...
Meydiana Laviola Bawa Merah Putih dengan Kebaya Prada Bali
Meydiana Laviola tampil sebagai pembawa bendera dengan kebaya Prada Bali karya Ghea Panggabean pada penutupa...
Meydiana Reinnamah Jadi Flag Bearer dengan Prada Bali
Meydiana Reinnamah jadi pembawa bendera Indonesia di Closing Asian Games 2026, mengenakan kebaya Prada Bali...
Alcaraz Melaju ke Semifinal Japan Open Usai Shapovalov Mundur
Carlos Alcaraz melaju ke semifinal Japan Open 2026 setelah Denis Shapovalov mundur karena cedera saat skor 7...