Lokal

UMN Al-Washliyah Kembangkan Ruang Inovasi Sekolah Berbasis STEAM

Bagikan:
Ilustrasi pembelajaran STEAM dan ruang inovasi sekolah berbasis teknologi digital

Medan – Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah memperkuat peran perguruan tinggi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kompetitif Nasional Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Program berlangsung di UPT SD Negeri 060957, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia lewat pembelajaran inovatif dan berkelanjutan.

Program dan tujuan

Program berjudul Pembelajaran Terpadu Berbasis STEAM Terintegrasi Teknologi Digital melalui Ruang Inovasi Sekolah dipimpin Amanda Syahri Nasution, M.Pd. Tim pelaksana terdiri dari Asnarni Lubis, M.Pd., Rosmilan Pulungan, M.Pd., dan melibatkan mahasiswa Nezifa Qhayummni Zahra serta Auliya Rusmayanti. Kegiatan ini juga bagian dukungan terhadap kebijakan pemerintah untuk penguatan pendidikan yang inovatif.

Implementasi di sekolah mitra

Tim mengembangkan Ruang Inovasi Sekolah sebagai pusat pembelajaran yang menggabungkan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics dengan pemanfaatan teknologi digital. Ruang ini dirancang mendukung proses belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis proyek.

Ruang tersebut bertujuan menumbuhkan kompetensi abad ke-21 pada siswa, antara lain:

  • berpikir kritis
  • kreativitas
  • kolaborasi
  • komunikasi

Penguatan kapasitas guru

Selain penyediaan sarana, tim melaksanakan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan untuk guru. Kegiatan ini mendorong guru merancang pembelajaran adaptif terhadap perkembangan teknologi serta menciptakan pengalaman belajar bermakna yang berpusat pada siswa.

Ruang Inovasi Sekolah diharapkan menjadi pusat aktivitas belajar yang mendorong guru dan siswa untuk terus berinovasi, berkolaborasi, serta memanfaatkan teknologi digital secara kreatif dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan STEAM, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan di masa depan. — Amanda Syahri Nasution, M.Pd., Rabu (5/8)

Respon sekolah dan capaian awal

Kepala UPT SD Negeri 060957, Laili Lubis, S.Pd., M.Pd., menyatakan apresiasi terhadap program. Ia menilai kolaborasi memberi pengalaman baru bagi guru dan meningkatkan antusiasme siswa melalui pemanfaatan Ruang Inovasi Sekolah.

Sampai saat ini, pelaksanaan menunjukkan antusiasme tinggi dari guru dan siswa. Aktivitas berbasis proyek, penggunaan media digital, dan penerapan pendekatan STEAM mulai menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah sebagai langkah awal menuju budaya belajar yang lebih inovatif.

Dukungan pendanaan dan kontribusi terhadap SDGs

Program ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kompetitif Nasional Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Inisiatif ini juga menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi terhadap target Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan).

Prospek dan harapan

UMN Al-Washliyah berharap model Ruang Inovasi Sekolah ini menjadi praktik baik yang dapat direplikasi. Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah, program diharapkan memperkuat peran akademisi dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan pendidikan di Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait