Warga Minta Bantuan UMKM Dibuka untuk Lansia
Surabaya, 27 Juli 2026 — Anggota DPRD Jawa Timur Yordan M. Batara Goa menyatakan warga meminta agar program bantuan UMKM tidak membatasi usia penerima. Pernyataan itu disampaikan usai reses yang digelar di Surabaya malam tadi, dihadiri tokoh agama dan pengurus rumah ibadah. Warga menilai lansia yang masih sehat dan produktif perlu ruang untuk tetap berusaha demi kemandirian ekonomi.
Usulan buka bantuan UMKM untuk lansia
Dalam reses, aspirasi paling menonjol adalah penghapusan batas usia pada bantuan UMKM. Banyak pensiunan ingin menjalankan usaha mikro agar tidak menjadi beban keluarga. Mereka berharap akses bantuan dan pembinaan tidak dipersyaratkan usia tertentu.
“Masyarakat meminta supaya bantuan UMKM tidak dibatasi usia. Mereka yang sudah pensiun justru ingin tetap bekerja dalam usaha mikro supaya tidak menjadi beban anak dan cucu,”
Yordan menilai usulan itu layak mendapat perhatian pemerintah provinsi. Jika lansia secara fisik masih mampu, mereka perlu difasilitasi agar tetap mandiri secara ekonomi.
Aspirasi lain dari warga
Selain soal UMKM, reses menyerap beberapa keluhan dan usulan lain. Intinya berkisar pada pendidikan, perizinan rumah ibadah, dan dukungan tenaga kebersihan.
- Dukungan beasiswa atau bantuan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu supaya dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
- Kemudahan perizinan pendirian dan operasional rumah ibadah untuk mempercepat pelayanan ibadah masyarakat.
- Bantuan alat dan insentif bagi petugas kebersihan rumah ibadah agar fasilitas tetap terawat.
Keluhan kenaikan jalan dan dampaknya
Warga juga mengeluhkan dampak proyek peninggian jalan di kawasan perkotaan. Peninggian jalan memaksa pemilik rumah untuk menaikkan lantai rumah sehingga menimbulkan biaya tambahan yang cukup besar.
“Akibat jalan-jalan yang ditinggikan, rumah masyarakat juga harus ikut ditinggikan dan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Masyarakat meminta solusi agar tidak mengalami kesulitan akibat kondisi tersebut,”
Tindak lanjut dan koordinasi
Menanggapi berbagai masukan, Yordan memastikan semua aspirasi akan dikawal sesuai kewenangan. Untuk isu yang menjadi ranah kabupaten/kota, pihaknya akan berkoordinasi dengan DPRD kabupaten/kota serta perangkat daerah terkait.
Untuk usulan yang masuk ke kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, termasuk permintaan bantuan UMKM tanpa batas usia, Yordan berkomitmen menyampaikannya kepada organisasi perangkat daerah yang menangani program tersebut agar dipertimbangkan saat menyusun kebijakan.
Warga berharap hasil reses ini segera ditindaklanjuti agar lansia bisa tetap produktif, mahasiswa mendapat akses pendidikan, dan dampak proyek infrastruktur tidak membebani masyarakat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Trenggalek Isi 30% Pengurus Baru dengan Kader Muda
DPC PDI Perjuangan Trenggalek mengukuhkan 14 ketua ranting dan mengisi lebih dari 30% pengurus baru dengan k...
PDI Perjuangan Tuban Peringati Kudatuli 27 Juli 1996 sebagai Pelajaran Demokrasi
DPC PDI Perjuangan Tuban peringati Kudatuli 27 Juli 1996 untuk menguatkan semangat gotong royong dan menjaga...
DPC PDI Perjuangan Sumenep Gelar Refleksi 30 Tahun Kudatuli
DPC PDI Perjuangan Sumenep menggelar doa bersama dan santunan dalam refleksi 30 Tahun Kudatuli, Senin 27 Jul...
Gresik Kembangkan Model Perlindungan Anak Pekerja Migran
Pemkab Gresik paparkan model perlindungan anak PMI dan terima penghargaan nasional; fokus pada identitas, pe...
PDI Perjuangan Tulungagung Gelar Dialog Publik Peringatan Kudatuli
DPC PDI Perjuangan Tulungagung menggelar dialog publik peringati Kudatuli, mengajak generasi muda merawat de...
Djarot: Monumen Kudatuli Lambang Harapan dan Keadilan
Djarot jelaskan Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDIP sebagai simbol harapan, keadilan, dan penolakan terhadap...