Teknologi

UBT Perkenalkan Teknologi RAS untuk Budidaya Lele di Tarakan

Bagikan:
Pelatihan RAS untuk budidaya lele oleh Universitas Borneo Tarakan bersama Pokdakan Raja Ikan

Universitas Borneo Tarakan (UBT) menggelar pelatihan budidaya lele berbasis Recirculating Aquaculture System (RAS) bagi Pokdakan Raja Ikan di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan. Kegiatan yang dilaksanakan tim dosen dan mahasiswa UBT bertujuan meningkatkan kapasitas pembudidaya, memperbaiki kualitas air, dan mengurangi ketergantungan penggantian air, kata pihak kampus pada Senin, 20 Juli 2026.

Pelatihan praktik RAS

Pelatihan dirancang dengan pendekatan praktik langsung. Peserta mempelajari penyusunan media filter, pengaturan aliran air, pemeriksaan pompa, serta memastikan sistem aerasi bekerja dengan baik.

Setelah instalasi RAS selesai, peserta didampingi tim UBT melakukan penebaran benih lele secara bertahap. Mereka juga mendapatkan materi tentang kepadatan tebar, strategi pemberian pakan, dan pemeliharaan kualitas air.

Perbedaan dengan kolam konvensional

Sebelum pelatihan, anggota Pokdakan masih menggunakan kolam konvensional tanpa sirkulasi dan filtrasi. Kondisi itu membuat pengelolaan bergantung pada penggantian air berkala, yang membutuhkan volume air lebih besar dan berisiko menumpuk sisa pakan serta kotoran ikan.

Dengan teknologi RAS, air kolam dapat digunakan kembali setelah melalui proses penyaringan. Sistem ini membantu menjaga kualitas air dan mengurangi penggunaan air selama pemeliharaan ikan.

Pendampingan teknis lintas disiplin

Tim pengabdian UBT melibatkan dosen dari berbagai program studi. Dosen Program Studi Akuakultur memimpin pelatihan operasional, sedangkan Dosen Teknik Sipil mendampingi aspek konstruksi dan perpipaan. Dosen Ekonomi Pembangunan memberikan penguatan pencatatan usaha sebagai dasar evaluasi produksi.

Miska Sanda Lembang menjelaskan bahwa praktik langsung memudahkan anggota kelompok memahami aliran air, fungsi filter, cara mengoperasikan pompa, serta merawat sistem secara mandiri.

Dana dan harapan pengembangan

Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang mendapat bantuan dana dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Pendanaan disalurkan melalui kontrak dengan nomor 145/C3/DT.05.00/PM/2026 dan kontrak turunan 007/UN51.9/SP2H/PKM/2026.

Ketua Pokdakan Raja Ikan, Sadirun, menyatakan bahwa praktik langsung memberi pengalaman baru dan berharap sistem RAS meningkatkan keberhasilan budidaya.

Keberhasilan pelatihan diharapkan menjadi contoh bagi kelompok pembudidaya lain di Kota Tarakan dan provinsi Kalimantan Utara. Penerapan RAS dapat menjadi langkah penting menuju budidaya lele yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait