Polres Madina dan Orado Gelar Turnamen Domino Sambut HUT Bhayangkara
Mandailing Natal — Polres Mandailing Natal berkolaborasi dengan Pengcab Orado Madina menggelar turnamen domino di lapangan Mako Polres Madina, Sabtu (27/6). Kegiatan ini bagian dari rangkaian menyambut HUT Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli. Sebelum pertandingan dimulai, panitia memberikan sosialisasi aturan domino secara nasional kepada peserta.
Turnamen sebagai rangkaian HUT
Turnamen digelar untuk memeriahkan perayaan Bhayangkara dan memperkenalkan domino sebagai olahraga prestasi. Kegiatan berlangsung terbuka bagi anggota Polres dan komunitas setempat. Selain pertandingan, acara juga memuat pembekalan aturan guna menyamakan pemahaman peserta.
Pembukaan dan pesan dari pimpinan
Acara dibuka oleh Wakapolres Kompol Aris Fianto, S.Sos yang mewakili Kapolres Madina. Ia memberi apresiasi kepada Pengcab Orado Madina karena telah membagikan ilmu terkait aturan nasional sebelum lomba berlangsung.
“Saya sangat berterima kasih untuk pengurus Orado Madina yang telah berbagi ilmu dengan kita tentang aturan Nasional domino, ini sangat membantu kita dan menambah wawasan luas kita tentang domino, saya pribadi yang hobi dengan domino ini sejak dulu, dengan adanya aturan ini semakin menambah wawasan saya dan semakin seru ternyata main domino ini,”
Wakapolres juga menyampaikan pesan Kapolres agar pertandingan berjalan sportif dan tidak disalahgunakan. Ia mengingatkan bahwa kegiatan ini tetap berlandaskan tugas pokok Polri menjaga keamanan dan ketertiban.
“Dalam menyambut HUT Bhayangkara ini, kita memilih domino sebagai salah satu kegiatan kita, maka dari itu saya menyampaikan pesan dari Pak Kapolres agar kita sama-sama semarakkan kegiatan ini dengan menjunjung sportifitas, siapapun nanti yang juara, tetap tupoksi kita Polri sebagai Kamtibmas, Menjaga keamanan,”
Tujuan edukasi dan melawan stigma
Ketua Pengcab Orado Madina, Ali Anhar Harahap, ST, menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai turnamen membantu memperluas pengetahuan masyarakat tentang domino dan mengubah persepsi negatif terkait permainan tersebut.
“Kita patut berbangga karena Polres Madina memilih domino sebagai salah satu kegiatan dalam menyambut HUT Bhayangkara, ini merupakan hal positif bagi kita, karena tujuan kita mengenalkan domino ini kan sebagai wadah untuk menjaring atlit, kita ingin melawan stigma negatif orang tentang domino, karena di domino pun kita bisa berpeluang besar untuk sukses… terakhir saya ucapkan selamat bertanding untuk para peserta, semoga Domino semakin diminati banyak orang,”
Ali menyebutkan bukti prestasi pemain domino yang telah mengikuti ajang berjenjang. Kegiatan seperti ini juga dimaksudkan untuk memupuk bakat dan membentuk atlet yang siap berlaga di level lebih tinggi.
- Kejurcab
- Kejurprov
- Kejurnas
Penutup
Turnamen ini tidak hanya menambah semarak peringatan HUT Bhayangkara ke-80, tetapi juga berupaya menyandingkan aspek rekreasi, pendidikan, dan pembinaan atlet. Ke depan, penyelenggara berharap domino terus berkembang sebagai olahraga yang sehat dan produktif di Mandailing Natal.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Zulham Ajak Warga Medan Patuhi Perda Kawasan Tanpa Rokok
Zulham Efendi mengajak warga Medan mematuhi Perda KTR No.3/2014 untuk melindungi hak mendapatkan udara bersi...
Kritik Mengemuka, Gemes IX Medan 2026 Dinilai Minim Terobosan
Gemes IX Medan 2026 menuai kritik karena minim inovasi, fasilitas kurang, dan isu anggaran Rp2,5 miliar yang...
Polres Pematangsiantar Survei Jalan Amblas di Jl. Sisingamangaraja
Sat Lantas Polres Pematangsiantar survei perbaikan jalan amblas di Jl. Sisingamangaraja; perbaikan menggunak...
Polsek Siantar Marihat Dampingi Petani Jual 1,5 Ton Jagung ke Bulog
Polsek Siantar Marihat mendampingi petani menjual 1,5 ton jagung ke Bulog Pematangsiantar, dengan kadar air...
HUT Bhayangkara ke-80: Polres dan Pemkab Bantu Dusun Terisolir Asahan
Polres dan Pemkab Asahan meninjau Dusun VIII yang belum berlistrik saat HUT Bhayangkara ke-80, memberi gense...
Sutrisno: Tuduhan 'mahasiswa dibayar' adalah pola lama penguasa
Sutrisno Pangaribuan menilai tuduhan bahwa aksi mahasiswa "dibayar" adalah strategi lama penguasa untuk mele...