Lokal

Polsek Siantar Marihat Dampingi Petani Jual 1,5 Ton Jagung ke Bulog

Bagikan:
Petani menyerahkan jagung ke gudang Bulog didampingi petugas polisi

Siantar, 26 Juni — Polsek Siantar Marihat mendampingi petani binaan menjual hasil panen jagung ke gudang Bulog Cabang Pematangsiantar pada Jumat sore (26/6). Pendampingan dilakukan untuk memastikan proses penjualan berjalan lancar dan mendukung ketahanan pangan lokal.

Pendampingan penjualan ke Bulog

Kapolsek Siantar Marihat AKP David Eka Putra menugaskan Bhabinkamtibmas Kelurahan Simarimbun, Bripka Johannes C. Siregar, untuk mendampingi petani binaan Hiras Silitonga dalam proses penjualan. Transaksi berlangsung langsung di gudang Bulog Cabang Pematangsiantar yang beralamat di Jalan Darussalam, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba.

Jumlah dan kualitas panen

Petani Hiras Silitonga menjual 1,5 ton (1.500 kg) jagung. Hasil panen diperiksa dan dinyatakan memiliki kadar air 12,6 persen. Harga pembelian ditetapkan sebesar Rp6.400 per kg. Pemeriksaan kualitas dilakukan oleh petugas pemeriksa kualitas (PPK) Bulog, Sabil Ahmad, mewakili pihak Bulog Cabang Pematangsiantar.

Detail Informasi
Petani Hiras Silitonga
Pendamping Polisi Bripka Johannes C. Siregar (Bhabinkamtibmas)
Lokasi Gudang Bulog Cabang Pematangsiantar, Jl. Darussalam, Pondok Sayur
Jumlah 1.500 kg (1,5 ton)
Kadar air 12,6%
Harga Rp6.400/kg
PPK Bulog Sabil Ahmad

Tujuan pendampingan

Menurut Kapolsek, pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen Polri — khususnya Polres Pematangsiantar dan Polsek Siantar Marihat — untuk mendukung program ketahanan pangan (Ketapang), meningkatkan kehadiran aparat di tengah pemerintahan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama proses perdagangan hasil pertanian.

Kegiatan pendampingan seperti ini diharapkan memperlancar akses petani ke pasar resmi dan memastikan standar mutu terpenuhi saat serah terima ke Bulog.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait