Gaya Hidup

Mengenal Ngarot: Tradisi Sambut Musim Tanam di Indramayu

Bagikan:
Peserta wanita bermahkota bunga pada Tradisi Ngarot di Indramayu

Tradisi Ngarot adalah upacara tahunan warga Desa Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat untuk menyambut musim tanam padi. Kegiatan ini rutin digelar pada minggu ketiga Desember setiap hari Rabu dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Asal, waktu, dan pelaksana

Tradisi ini berlangsung di Desa Lelea, Indramayu, dan selalu diadakan pada pekan ketiga bulan Desember. Warga setempat memandang Rabu pada pekan tersebut sebagai hari sakral untuk memulai rangkaian kegiatan.

Makna dan kutipan resmi

Ritual ini dimaknai sebagai ungkapan syukur atas datangnya musim tanam. Selain itu, Ngarot juga berfungsi sebagai doa agar musim tanam berjalan lancar dan panen melimpah.

"Tradisi Ngarot memiliki arti ucapan syukur terhadap datangnya musim tanam. Tradisi ini hanya diikuti oleh pemuda-pemudi yang masih perawan dan perjaka,"
— Pemerintah Kabupaten Indramayu

Rangkaian prosesi

Acara dimulai dengan arak-arakan keliling desa yang diiringi kesenian tradisional. Kepala desa menyerahkan simbol pertanian sebagai wujud harapan agar proses bertani sukses.

  • Simbol yang diserahkan meliputi air, benih, dan pupuk.
  • Peserta kemudian melanjutkan dengan kerja bersama pada lahan wakaf peninggalan tokoh tradisi.

Peserta dan busana

Peserta Ngarot hanya melibatkan pemuda-pemudi yang masih lajang. Remaja putri tampil mengenakan kebaya dengan mahkota bunga segar, sedangkan remaja putra memakai busana adat khas Indramayu.

Mahkota bunga memegang makna simbolis. Bunga melambangkan kesucian, keindahan, dan harapan agar nilai-nilai leluhur tetap terjaga oleh generasi muda.

Peran sosial dan daya tarik wisata

Selain sebagai ritual agraris, Ngarot bertujuan mempererat hubungan antar generasi muda. Dahulu, kegiatan ini juga menjadi momen gotong royong menggarap lahan wakaf peninggalan Ki Buyut Kapol.

Sampai kini, tradisi ini masih rutin digelar dan menjadi salah satu identitas budaya Kabupaten Indramayu. Perpaduan adat, pertanian, dan seni membuat Ngarot menarik minat wisatawan lokal.

Penutup: Dengan mempertahankan tradisi seperti Ngarot, masyarakat Indramayu menjaga kesinambungan budaya sekaligus memperkuat nilai kolektif yang mendukung keberlanjutan pertanian setempat.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait