De Zerbi Minta Tottenham Bertarung Maksimal Hadapi Everton
Tottenham Hotspur akan menjamu Everton di Stadion Tottenham Hotspur pada Minggu, 24 Mei 2026. Pelatih Roberto De Zerbi menuntut permainan maksimal tanpa alasan karena tim membutuhkan hasil positif untuk memastikan bertahan di Liga Primer Inggris musim depan. Pernyataan itu disampaikan saat konferensi pers pada Jumat, 22 Mei 2026.
Pendekatan tak berubah
De Zerbi menegaskan tim tidak akan mengubah gaya bermain meskipun tekanan besar membayangi laga pamungkas. Menurutnya, kunci adalah disiplin dan keseimbangan permainan agar peluang meraih kemenangan tetap terbuka. Ia menekankan fokus pada kualitas dan keteraturan permainan sebagai prioritas.
"Kami tidak bisa mengubah gaya atau mentalitas kami. Kami harus bermain teratur dan fokus pada kualitas kami,"
Kondisi pemain dan skuad
Pelatih asal Italia itu mengonfirmasi absennya kapten Cristian Romero yang memilih melanjutkan rehabilitasi di Argentina. De Zerbi mengatakan kehadiran Romero di stadion tidak akan mengubah keputusan tim.
"Ia sudah cedera dan kami harus menerimanya. Saya tidak berpikir kehadirannya di stadion akan mengubah sesuatu,"
Sementara itu, ada kabar lebih positif untuk lini depan dan kreator permainan. Dominic Solanke dan James Maddison dinyatakan tersedia untuk pertandingan, meski kebugaran keduanya masih dipantau jelang kickoff.
Ancaman dari Everton
De Zerbi mewaspadai kekuatan serangan Everton, khususnya ancaman dari penyerang dan pemain sayap lawan. Ia meminta anak asuhnya menjaga konsentrasi dalam situasi transisi dan menutup ruang bagi pemain lawan yang kerap berbahaya.
Dari kubu tamu, pelatih David Moyes memastikan timnya datang ke London dengan target jelas. Moyes menegaskan Everton masih punya hal yang ingin diperjuangkan hingga laga terakhir musim ini.
"Ya, saya pikir kami masih memiliki sesuatu yang perlu diperjuangkan. Entah finis di paruh atas klasemen atau mungkin sesuatu yang lain,"
"Kami harus datang ke markas Tottenham dan meraih kemenangan,"
Dampak hasil dan prospek
Kontestasi ini berimplikasi langsung pada nasib Tottenham di kompetisi papan atas Inggris. Kemenangan akan mengangkat peluang mereka untuk mempertahankan posisi di Liga Primer, sedangkan hasil negatif menambah tekanan di akhir musim.
Everton datang dengan motivasi dan target tersendiri, sehingga laga diprediksi ketat dan penuh tensi. Kedua tim diharapkan menampilkan laga terbuka namun taktikal, menentukan nasib masing-masing di akhir kompetisi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Philipsen Dekati Jersey Hijau Usai Menang Etape 17
Jasper Philipsen menang etape 17 Tour de France dan memangkas jarak dalam perebutan jersey hijau; Pogacar te...
Petisi Minta Final Piala Dunia 2026 Diulang Kumpulkan 61.500 Tanda Tangan
Petisi penggemar Argentina menuntut pengulangan final Piala Dunia 2026 telah mengumpulkan lebih dari 61.500...
Ipswich Rekrut Issa Diop dari Fulham hingga 2030
Ipswich resmi mendatangkan Issa Diop dari Fulham dengan kontrak hingga 2030, nilai transfer sekitar 8,5 juta...
Sabar/Reza Gugur di 16 Besar China Open 2026
Sabar Karyaman/Moh Reza gugur di 16 besar China Open 2026, kalah 18-21, 12-21 dari Ben Lane/Sean Vendy di Be...
AFA: Claudio Tapia Tidak Ditahan Agen Federal AS
AFA membantah klaim bahwa Claudio Tapia dan Pablo Toviggino ditahan atau disita perangkatnya oleh agen feder...
Jurgen Klopp Hampir Jadi Pelatih Timnas Jerman hingga 2030
Jurgen Klopp hampir resmi jadi pelatih Timnas Jerman dengan kontrak empat tahun sampai Piala Dunia 2030, men...