Wamendikdasmen Tinjau PJJ di Medan untuk Kurangi ATS
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, meninjau pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SMA Negeri 3 Medan pada Senin, 28 Oktober 2026. Kunjungan bertujuan memperkuat PJJ sebagai upaya mengurangi jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Sumatera Utara, sejalan dengan Perpres Nomor 3 Tahun 2026 tentang pencegahan dan penanganan ATS.
Kunjungan dan tujuan penguatan PJJ
Dalam kunjungan itu, Fajar mengatakan dirinya ditugaskan Menteri untuk mengawal program PJJ agar menjadi instrumen efektif menekan angka ATS. Ia meminta pemerintah daerah memperluas sosialisasi dan pengawasan agar peserta didik yang terjangkau PJJ dapat menyelesaikan pendidikan.
"Saya diminta Pak Menteri Abdul Mu’ti untuk mengawal PJJ ini. Diharapkan menjadi salah satu instrumen agar ATS semakin berkurang,"
Data ATS di Sumatera Utara
Pendataan di wilayah tersebut mencatat total 230.142 individu tergolong ATS, dengan berbagai kondisi pendidikan. Rinciannya menunjukkan tantangan yang berbeda-beda dan kebutuhan intervensi yang terfokus.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Belum pernah bersekolah | 114.207 |
| Putus sekolah | 57.872 |
| Lulus tetapi tidak melanjutkan | 58.063 |
Menurut Fajar, data tersebut menegaskan pentingnya memperluas akses pendidikan menengah dan menyasar kelompok yang rentan putus atau tidak pernah mengenyam pendidikan formal.
Dialog dengan orang tua dan siswa
Di lokasi, Wamendikdasmen berdialog langsung dengan peserta PJJ dan orang tua. Seorang orang tua dari Pematangsiantar, Nurmala, menyampaikan terima kasih karena anaknya kembali mendapatkan kesempatan belajar melalui PJJ.
"Terima kasih kepada pemerintah atas program PJJ. Anak kami mendapat kesempatan untuk sekolah lagi,"
Fajar memberi apresiasi kepada orang tua yang mendampingi anak agar tetap bersekolah. Ia menegaskan peran keluarga penting untuk memastikan peserta menyelesaikan pendidikan.
Salah satu siswa PJJ, Gabriel, menceritakan bahwa ia mengikuti pembelajaran sambil bekerja untuk membantu keluarga. Ia berharap bisa menjadi operator alat berat setelah menyelesaikan pendidikan.
"Saya mengikuti PJJ karena ingin menjadi operator alat berat. Dan juga untuk membantu adik saya,"
Sistem pemantauan dan tindak lanjut
Pada kunjungan itu, Fajar meninjau penggunaan LMS sebagai alat pemantau kehadiran dan proses belajar peserta PJJ. Secara simbolis ia juga menyerahkan modul pembelajaran kepada siswa PJJ yang hadir dan menyapa penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).
Ke depan, Wamendikdasmen meminta Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara untuk menggencarkan sosialisasi, menjangkau calon peserta, dan mengawal proses hingga peserta menyelesaikan pendidikan. Langkah ini ditujukan untuk mendukung target zero ATS menuju 2045.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menkes dan Dirut BPJS Laporkan Keuangan ke Presiden
Menkes dan Dirut BPJS menghadap Presiden 28 Sep 2026 untuk melaporkan kondisi keuangan BPJS dan rencana perb...
160 Tahun Kereta Api Indonesia: Sejarah dari 1864 hingga KAI
Perjalanan kereta api Indonesia dimulai 1864 di Semarang dan berkembang hingga menjadi PT Kereta Api Indones...
HUT ke-81 KAI: Semakin Melayani menuju Operator Kelas Dunia
KAI merayakan HUT ke-81 pada 28 September 2026 dengan tema 'Semakin Melayani', menekankan transformasi layan...
Ditjenpas Periksa 55 Warga Binaan di Lapas Cibinong
Ditjenpas memeriksa 55 warga binaan di Lapas Cibinong terkait dugaan fasilitas mewah; total 90 orang telah d...
Wapres Pastikan Penanganan Optimal Korban Keracunan MBG di Batang
Wapres Gibran jamin penanganan optimal korban dugaan keracunan MBG di Batang, minta investigasi cepat dan pe...
Kapasitas Lapas Cibinong 216%: DPR Minta Penjelasan
Komisi XIII DPR sebut Lapas Kelas IIA Cibinong overkapasitas 216% per 27 Sep 2026 dan minta penjelasan distr...