Nasional

40 Tunanetra Beradu Tilawah di MTQ Nasional XXXI di Semarang

Bagikan:
Peserta tunanetra mengikuti tilawah MTQ Nasional XXXI di Semarang

Empat puluh penyandang tunanetra dari 37 provinsi mengikuti lomba tilawah disabilitas netra pada MTQ Nasional XXXI, yang digelar di Studio Catwalk BBPVP Kementerian Ketenagakerjaan, Semarang, Jawa Tengah. Babak penyisihan berlangsung Minggu hingga Kamis (17/9), sedangkan final dijadwalkan Jumat (18/9).

Babak dan jadwal

Person in Charge Majelis 3 Tartil dan Tilawah Disabilitas Netra, Mohammad Asyiq, menyatakan penyisihan berlangsung mulai kemarin sampai Kamis. Ia menjelaskan mekanisme materi dan urutan tampil bagi peserta.

"Hari ini penyisihan dan final pada Jumat (18/9). Untuk materi itu satu jam sebelum tampil baru peserta mendapatkan, demikian pula urutan tampil,"

Informasi tersebut disampaikan Asyiq di Semarang, Minggu 13 September 2026.

Aturan penilaian dan bentuk bacaan

Dalam perlombaan ini, peserta dapat membaca Al Quran melalui hafalan ataupun menggunakan Al Quran Braille. Penilaian dilakukan oleh sembilan anggota dewan hakim yang menilai aspek ketepatan bacaan, tajwid, dan penghayatan ayat.

Profil peserta — motivasi dan persiapan

Salah satu peserta, Ahmad Zainuddin, qari disabilitas netra asal Kota Semarang, menyampaikan bahwa keikutsertaannya bukan semata-mata mengejar gelar juara. Ia datang untuk memperdalam kemampuan tilawah Al Quran.

"Bukan niat cari juara, saya niatnya untuk mempelajari tilawah Al Quran itu lebih dalam,"

Zainuddin mulai serius mendalami Al Quran sejak usia 16 tahun ketika belajar di Pondok Pesantren Al Khairat, Jepara. Beberapa prestasi pernah ia raih, termasuk posisi juara dua MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah di Pati dan Tegal. Untuk ajang nasional, Zainuddin mengaku mempersiapkan diri selama sekitar satu tahun.

Sementara itu, qariah disabilitas netra asal Kalimantan Timur, Siti Nurjanah, menuturkan persiapannya selama sembilan bulan. Ia berlatih intens bersama pelatih, dua kali sehari, dengan harapan meraih juara setelah sebelumnya mendapat juara harapan satu pada ajang sebelumnya.

"Saya dengan pelatih berlatih dua kali dalam satu hari, selama sembilan bulan itu. Harapannya ya bisa mendapat juara satu,"

Makna dan dampak

Partisipasi puluhan penyandang tunanetra menjadi bagian penting dari MTQ Nasional XXXI. Keikutsertaan mereka memberi ruang inklusif untuk menunjukkan kemampuan dalam seni membaca Al Quran sekaligus mendorong akses pendidikan agama bagi penyandang disabilitas.

Dengan final yang tinggal satu hari, perhatian kini tertuju pada penentuan juara dan upaya lanjutan untuk memperkuat pembinaan tilawah bagi penyandang tunanetra di tingkat daerah maupun nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait