Olahraga

Tiket Piala Dunia 2026 Merosot Drastis Menjelang Perempat Final

Bagikan:
Antrean dan kursi kosong di stadion Piala Dunia 2026 setelah hasil 16 besar

Tiket pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 di pasar sekunder mengalami penurunan harga tajam setelah Amerika Serikat dan Portugal tersingkir pada babak 16 besar. Penurunan terlihat pada beberapa laga, termasuk pertandingan Spanyol vs Belgia di Los Angeles dan laga di Miami, menjelang dimulainya fase delapan besar.

Penurunan harga signifikan di pasar sekunder

Data dari platform penjualan tiket sekunder TickPick menunjukkan harga tiket merosot drastis. Contoh paling mencolok terjadi pada pertandingan Spanyol melawan Belgia di Los Angeles. Harga tiket termurah turun dari sekitar USD 2.950 (sekitar Rp47,9 juta) menjadi USD 1.200 (sekitar Rp19,5 juta), atau turun hampir 60 persen.

Di Miami, penurunan juga terlihat setelah Meksiko gagal melaju ke perempat final. Harga tiket untuk laga di kota itu turun dari sekitar USD 4.000 (sekitar Rp65 juta) menjadi USD 2.000 (sekitar Rp32,5 juta), setara penurunan sekitar 50 persen.

Mengapa harga turun setelah hasil 16 besar?

Ekspektasi awal banyak pihak memprediksi pertemuan antara Amerika Serikat dan Portugal di perempat final akan jadi salah satu laga terpopuler. Kekalahan kedua tim tersebut mengubah dinamika permintaan tiket di pasar sekunder. Saat tim favorit tersingkir, minat pembeli menurun dan harga otomatis turun.

Pernyataan dari TickPick

Co-Chief Executive Officer TickPick, Brett Goldberg, menjelaskan hubungan langsung antara ekspektasi tim favorit dan fluktuasi harga tiket. Menurutnya, pasar merespons cepat setiap perubahan peluang tim di turnamen.

"Ketika mereka tersingkir, permintaan tiket langsung turun secara signifikan. Dampaknya segera terlihat di pasar penjualan kembali,"

Dampak pada ekonomi lokal dan usaha sekitar stadion

Penurunan permintaan tiket juga berdampak pada pelaku usaha di sekitar lokasi pertandingan. Sejumlah pengusaha memperkirakan pendapatan selama perempat final akan menurun karena berkurangnya antusiasme penonton. Penurunan pengunjung berpotensi mengurangi omset usaha makanan, suvenir, dan layanan transportasi lokal.

Pergeseran dinamika pasar tiket ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar sekunder terhadap hasil pertandingan. Pergerakan harga selanjutnya akan bergantung pada tim yang lolos ke semifinal dan permintaan penonton menjelang laga-laga penentu.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait