Lokal

Tia Ayu Ajak Jaga Persatuan di Tengah Arus Informasi Digital

Bagikan:
Tia Ayu Anggraini berbicara dalam kegiatan pembinaan Pancasila di Medan Marelan

Medan — Anggota DPRD Kota Medan sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Tia Ayu Anggraini, mengajak warga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ajakan itu disampaikan saat kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Baru Gang Saudara, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (12/7). Kegiatan dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Ajakan jaga persatuan

Tia menekankan pentingnya persatuan sebagai modal utama keutuhan negara. Ia mengakui perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi. Namun, perbedaan itu tidak boleh menjadi pemicu perpecahan.

Kita harus tetap bersatu. Boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita terpecah belah. Persatuan adalah modal utama dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Imbauan bijak bermedia sosial

Selain soal persatuan, Tia mengingatkan warga agar berhati-hati menggunakan media sosial dan internet. Menurutnya, kemudahan akses informasi harus diimbangi kemampuan menyaring kebenaran informasi. Ia menyoroti potensi hoaks yang dapat memecah-belah masyarakat.

Saat ini semua orang sangat mudah mengakses internet. Karena itu, kita harus cerdas dalam menyaring informasi. Jangan sampai kita terpecah belah hanya karena termakan berita hoaks yang belum tentu kebenarannya.

Penguatan nilai Pancasila

Tia juga mengajak peserta untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai setiap warga negara punya tanggung jawab menjaga ideologi sebagai perekat keberagaman.

Melalui kegiatan ini, Tia berharap masyarakat semakin memperkuat rasa cinta tanah air dan menjaga toleransi antarwarga. Ia melihat pembinaan wawasan kebangsaan sebagai langkah preventif melawan disinformasi yang mengancam persatuan.

Implikasi dan tindak lanjut

Kegiatan dengan jumlah peserta setara itu diharapkan memicu inisiatif serupa di lingkup kelurahan dan kecamatan. Dengan peningkatan literasi digital dan penghayatan nilai Pancasila, potensi konflik karena informasi keliru bisa dikurangi.

Penekanan Tia pada kebersamaan dan kewaspadaan terhadap hoaks memberikan arah kebijakan lokal: memperkuat edukasi kewarganegaraan sekaligus literasi media. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial jangka panjang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait