Terapis Disabilitas Netra Pulihkan Pelari di Soekarno Run BWX 2026
BANYUWANGI — Ribuan pelari yang menyelesaikan Soekarno Run BWX 2026 mendapatkan layanan sport massage dari terapis penyandang disabilitas netra pada Minggu, 20 September 2026, di Banyuwangi. Layanan pemulihan ini tidak hanya meredakan pegal, tetapi juga menjadi bentuk nyata inklusivitas dalam event olahraga.
Layanan pemulihan di garis finis
Soekarno Run BWX diikuti pelari dari 26 provinsi. Setelah melewati garis finis, peserta dapat memanfaatkan area pemulihan yang menyediakan sport massage profesional. Di antara para terapis ada Mohamad Atim Firdaus, Nurul Imam, dan Nurhadi Windoyo yang bertugas menanganai otot-otot lelah para pelari.
Teknik pijat dan sentuhan tangan para terapis langsung dirasakan manfaatnya. Peserta melaporkan penurunan ketegangan otot dan rasa lebih rileks setelah mendapat terapi singkat.
Respons peserta
Banyak peserta memberi apresiasi pada layanan yang sekaligus membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi. Seorang peserta asal Madiun, Fadhillah, menyatakan setelah mendapat pijatan badannya terasa jauh lebih rileks dan membantu pemulihan.
Fadhillah mengatakan bahwa layanan sport massage membuat kakinya yang pegal kembali lebih nyaman dan ia menyambut baik keterlibatan terapis disabilitas netra.
Peserta lain dari Yogyakarta, Ahmad Halim, juga merasakan manfaat langsung. Menurutnya, sport massage membantu mengurangi kelelahan dan membuatnya merasa lebih nyaman setelah lomba.
Ahmad menyebut layanan ini bukan sekadar fasilitas, melainkan bukti bahwa sebuah event olahraga dapat memberi ruang bagi semua untuk berperan dan berkarya.
Komitmen penyelenggara terhadap inklusivitas
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengatakan keterlibatan terapis disabilitas netra merupakan bagian dari desain event yang inklusif. Menurutnya, kemampuan dan profesionalitas tidak ditentukan oleh kondisi fisik seseorang.
Deni menyatakan bahwa Soekarno Run didesain sebagai ruang inklusif agar semua orang mendapat kesempatan untuk terlibat, berkontribusi, dan menunjukkan kemampuan mereka.
Ia menambahkan bahwa menghadirkan terapis disabilitas secara langsung memberi pengalaman nyata bagi peserta untuk melihat kompetensi mereka, sekaligus melawan stigma bahwa disabilitas membatasi produktivitas.
Makna dan prospek
Di area sport massage itu, olahraga menjadi medium yang mempertemukan berbeda pengalaman dalam satu ruang: memberi kesempatan, menghargai kemampuan, dan merasakan manfaat praktis. Keberhasilan layanan ini membuka peluang bagi penyelenggara event lain untuk mengadopsi praktik serupa.
Ke depan, model inklusif seperti yang ditunjukkan pada Soekarno Run BWX 2026 berpotensi memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan mengubah persepsi publik terhadap kemampuan mereka.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Soekarno Run Banyuwangi: Pelari Tampil dengan Kostum Beragam
Soekarno Run Banyuwangi 20 Sept 2026 menampilkan pelari dengan kostum adat, tokoh pewayangan, dan kreasi mod...
Anak Usia Dini Ikut Soekarno Run BWX 2026, Peserta Termuda 4 Tahun
Anak-anak ikut Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi; peserta termuda 4 tahun dan kategori 1K jadi ruang penge...
Eri Cahyadi Tekankan Semangat Berdiri di Kaki Sendiri di Soekarno Run
Eri Cahyadi mengajak peserta Soekarno Run BWX 2026 menjadikan olahraga sebagai sarana membangun kemandirian,...
Romy Ajak Gen Z Kuasai Pengawasan Pemilu Jelang 2029
Romy Soekarno dorong Gen Z pahami pengawasan partisipatif jelang Pemilu 2029, waspadai hoaks, AI, dan politi...
Ketua DPRD Trenggalek Turun Bersihkan Saluran Irigasi
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi turun ke Desa Sambirejo dan Ngadirenggo, membersihkan saluran irigasi s...
Soekarno Run Banyuwangi Dongkrak UMKM, Diikuti 5.000 Peserta
Ribuan warga ikut Soekarno Run di Banyuwangi pada 20 Sept 2026; sekitar 5.000 peserta dan UMKM lokal mendapa...