DPRD Batu Susun SOP Pokir untuk Perkuat Ekonomi dan Inklusivitas
Batu — Anggota Komisi C DPRD Kota Batu dari Fraksi PDI Perjuangan, Amirah Ghaida Dayanara, mendorong penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Pokir agar penyaluran aspirasi masyarakat lebih transparan, akuntabel, dan selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Inisiatif ini diumumkan pada Minggu, 20 September 2026, dan dilaksanakan bersama Bappelitbangda Kota Batu.
SOP Pokir: tujuan dan kolaborasi
Penyusunan SOP bertujuan memperjelas tata kelola penyaluran pokok-pokok pikiran DPRD. Amirah menyatakan pedoman diperlukan agar usulan masyarakat terukur dan masuk dalam sistem perencanaan daerah.
Dokumen ini disusun melalui kerja sama antara Komisi C DPRD dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Batu. Kolaborasi diharapkan membuat proses lebih terstandardisasi dan mengurangi potensi kesalahan administratif.
Proses, verifikasi, dan kesesuaian RKPD
SOP yang dirancang mencakup setiap tahap kegiatan pokir, mulai dari penjaringan aspirasi, verifikasi teknis, hingga pelaksanaan program. Dengan begitu, setiap usulan yang masuk ke RKPD sudah melewati mekanisme pemeriksaan kelayakan teknis oleh Bappelitbangda.
Amirah menekankan pentingnya acuan yang jelas untuk menghindari tumpang tindih program dan memastikan alokasi anggaran tepat sasaran.
Perluasan cakupan pokir
Selain mekanisme, Amirah meminta agar cakupan pokir tidak terpaku pada pembangunan fisik. Menurutnya, aspirasi warga juga perlu diarahkan pada upaya pemulihan dan penguatan ekonomi lokal.
- Pemulihan ekonomi pasca-pandemi atau krisis lokal
- Pelatihan keterampilan dan peningkatan kapasitas tenaga kerja
- Dukungan untuk kelompok masyarakat yang membutuhkan pendekatan pembangunan inklusif
"Kami ingin memastikan bahwa usulan yang diserap dari masyarakat benar-benar masuk dalam sistem perencanaan daerah yang terukur. SOP ini dibutuhkan agar penyaluran Pokir berlangsung adil dan dirasakan manfaatnya oleh warga secara langsung," ujar Amirah.
Dampak dan harapan ke depan
Dengan SOP bersama Bappelitbangda, DPRD berharap koordinasi dengan eksekutif menjadi lebih solid. Masyarakat diharapkan mendapat akses yang lebih besar untuk mengetahui dan mengawal proses aspirasi mereka.
Pelaksanaan SOP juga diharapkan menurunkan risiko administrasi dan memastikan setiap program yang dibiayai memenuhi kriteria teknis serta selaras dengan indikator prioritas pembangunan Kota Batu.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Soekarno Run Banyuwangi: Pelari Tampil dengan Kostum Beragam
Soekarno Run Banyuwangi 20 Sept 2026 menampilkan pelari dengan kostum adat, tokoh pewayangan, dan kreasi mod...
Anak Usia Dini Ikut Soekarno Run BWX 2026, Peserta Termuda 4 Tahun
Anak-anak ikut Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi; peserta termuda 4 tahun dan kategori 1K jadi ruang penge...
Eri Cahyadi Tekankan Semangat Berdiri di Kaki Sendiri di Soekarno Run
Eri Cahyadi mengajak peserta Soekarno Run BWX 2026 menjadikan olahraga sebagai sarana membangun kemandirian,...
Romy Ajak Gen Z Kuasai Pengawasan Pemilu Jelang 2029
Romy Soekarno dorong Gen Z pahami pengawasan partisipatif jelang Pemilu 2029, waspadai hoaks, AI, dan politi...
Ketua DPRD Trenggalek Turun Bersihkan Saluran Irigasi
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi turun ke Desa Sambirejo dan Ngadirenggo, membersihkan saluran irigasi s...
Soekarno Run Banyuwangi Dongkrak UMKM, Diikuti 5.000 Peserta
Ribuan warga ikut Soekarno Run di Banyuwangi pada 20 Sept 2026; sekitar 5.000 peserta dan UMKM lokal mendapa...