Kemkomdigi Libatkan Ospel Telusuri Sinyal HP Korban di Selat Sunda
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomdigi) mengerahkan jaringan operator seluler untuk menelusuri jejak sinyal ponsel delapan orang yang hilang di Selat Sunda sejak 7 September 2026. Langkah ini diumumkan Wakil Menteri Kominfo, Nezar Patria, setelah meninjau proses pencarian pada Minggu, 13 September 2026.
Siapa yang hilang dan tujuan pencarian
Rombongan yang hilang beranggotakan lima jurnalis dan tiga kru kapal speedboat Arupadhatu 1. Mereka dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Senin, 7 September 2026.
Koordinasi dengan operator seluler
Untuk mempersempit area pencarian, Kemkomdigi berkoordinasi dengan tiga operator seluler (opsel). Tujuan koordinasi adalah menelusuri rekaman aktivitas jaringan dan titik BTS yang merekam koneksi terakhir dari ponsel korban.
"Komdigi sendiri sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung,"
Menurut keterangan Nezar, data dari opsel menjadi bukti awal untuk menentukan titik yang kemungkinan menjadi lokasi terakhir kontak para korban.
Temuan sinyal terakhir
Berdasarkan informasi yang disampaikan tiga operator seluler, kontak komunikasi terakhir tercatat pada 7 September 2026. Jejak sinyal itu dilaporkan berasal dari sekitar Pulau Sebesi, salah satu gugus pulau terdekat dari Gunung Anak Krakatau.
Informasi lokasi ini kemudian diteruskan kepada tim SAR agar bisa diproses dalam operasi pencarian lapangan.
Tindak lanjut tim SAR
Memasuki hari kelima pencarian, tim SAR gabungan memperluas area operasi. Data jaringan yang diperoleh Kemkomdigi digunakan sebagai petunjuk teknis untuk mengarahkan penyisiran di laut dan perairan sekitar Pulau Sebesi.
"Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi,"
Langkah selanjutnya
Kemkomdigi menyatakan akan terus memantau dan memperbarui data jaringan apabila diperlukan. Sementara itu, pencarian lapangan tetap menjadi prioritas, mengingat kondisi laut di sekitar Gunung Anak Krakatau yang dapat memengaruhi proses evakuasi dan pertolongan.
Daftar rombongan yang hilang:
- Lima jurnalis
- Tiga kru kapal speedboat Arupadhatu 1
Upaya pelacakan sinyal seluler menjadi salah satu pendekatan teknis yang diharapkan mempersempit area pencarian dan mempercepat tindakan SAR di lapangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tim Medis Bagi Tiga Zona Tangani 69 Korban KM Virgo
Sebanyak 69 korban KM Virgo Transport 8 dievakuasi ke Pelabuhan Trisakti dan ditangani dengan pembagian tiga...
14 September 2026: Hari Kunjung Perpustakaan, Puasa Gedaliah, Hari Virginia
14 September 2026 diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan, Puasa Gedaliah, dan Hari Virginia Nasional.
Waspada Erupsi Semeru: Hindari Sektor Tenggara Besuk Kobokan
PVMBG imbau warga hindari sektor tenggara Besuk Kobokan setelah Semeru meletus tiga kali; status masih Level...
Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Pagi Ini, Kolom Abu 1.000 m
Gunung Semeru erupsi tiga kali pada 14 Sep 2026; letusan terakhir memuntahkan kolom abu setinggi 1.000 meter...
Kementan Siapkan AUTP untuk Lindungi Petani Hadapi El Nino
Kementan alokasikan AUTP untuk 100.000 ha; premi Rp180.000/ha dengan subsidi 80% dan klaim hingga Rp6 juta/h...
Tata Kelola AI, Wamenkomdigi: Lindungi Publik dan Dukung Inovasi
Wamenkomdigi Nezar Patria pastikan regulasi tata kelola AI untuk melindungi masyarakat tanpa menghambat inov...