Telkom Semester I 2026: Laba Dinormalisasi Naik 6,2%
PT Telkom menutup Semester I 2026 dengan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun dan laba bersih dinormalisasi yang tumbuh 6,2% YoY menjadi Rp11,3 triliun. Kinerja ini didorong oleh pemulihan bisnis mobile, efisiensi biaya, dan arus kas operasional yang kuat.
Kinerja konsolidasi dan indikator utama
Pendapatan naik 3,9% YoY menjadi Rp75,9 triliun. EBITDA meningkat 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan margin 49,4%. Laba bersih tercatat Rp10,6 triliun atau naik 1,4% YoY dengan margin 14,0%. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp11,3 triliun, naik 6,2% YoY dengan margin 14,9%.
Arus kas operasional juga kuat, sebesar Rp34,9 triliun atau tumbuh 7,0% YoY, didukung program efisiensi berkelanjutan dan disiplin pengelolaan biaya.
"Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini," ujar Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom.
Segmen B2C: Mobile dan Fixed Broadband
Segmen B2C, terutama Telkomsel, membukukan pendapatan Rp55,6 triliun atau naik 3,3% YoY. Pendapatan Digital Business Data tumbuh 11,0% pada semester ini, mencerminkan pemulihan industri mobile.
ARPU mobile naik 9,0% YoY menjadi Rp45.600. Payload data meningkat seiring kenaikan konsumsi digital selama liburan sekolah dan Piala Dunia. Di sisi fixed broadband, jumlah pelanggan turun menjadi 9,5 juta dari 10,1 juta pada semester pertama 2025, namun dampaknya terhadap pendapatan terbatas.
ARPU IndiHome tercatat Rp207.000 secara semesteran, dengan kenaikan kuartalan menjadi Rp211.000. Rasio konvergensi terus meningkat menjadi 65%.
B2B Infrastruktur, Menara, dan Data Center
Segmen B2B Infrastructure mencatat pertumbuhan kuat, dengan total pendapatan Rp33,1 triliun atau naik 19,0% YoY. Pendapatan eksternal mencapai Rp4,7 triliun (+4,9% YoY), didorong oleh Data, Internet, dan IT Service.
| Segmen | Pendapatan (Smt I 2026) | Perubahan YoY/QoQ |
|---|---|---|
| Konsolidasi | Rp75,9 T | +3,9% YoY |
| Telkomsel (B2C) | Rp55,6 T | +3,3% YoY |
| B2B Infrastructure | Rp33,1 T | +19,0% YoY |
| B2B ICT | Rp7,3 T | +35,7% QoQ |
| International Business | Rp5,7 T | - |
Mitratel, bisnis menara dan FTTT, mencatat pendapatan Rp4,7 triliun (+2,1% YoY). Total tenant meningkat menjadi 63.866 (+4,9% YoY) sehingga tenancy ratio naik menjadi 1,57x. Telkom juga memperkuat posisi data center melalui NeutraDC dan rencana konsolidasi aset untuk memperluas layanan dan monetisasi.
Transformasi, efisiensi, dan prospek
Telkom merealisasikan CAPEX Rp10,8 triliun, lebih dari 96% difokuskan pada segmen prioritas (B2C, B2B Infrastructure, International). Perusahaan menyelesaikan streamlining terhadap 10 entitas dan menerapkan program Early Retirement untuk meningkatkan efisiensi biaya pegawai.
Eksekusi strategi TLKM 30 menunjukkan kemajuan pada pilar operasional, unlock value, dan modus-operandi shift, termasuk pengalihan aset InfraNexia Tahap 2 yang ditargetkan rampung pada semester kedua 2026.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini," tutup Dian Siswarini.
Dengan fondasi B2C yang lebih kuat dan fokus pada layanan digital bernilai tambah, Telkom optimistis margin EBITDA akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan seiring pergeseran portofolio menuju solusi konektivitas dan digital.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...