Tekanan Teman Dorong Remaja Coba Narkoba, Akademisi Ingatkan Waspada
Medan — Tekanan pertemanan atau peer pressure dapat mendorong remaja mencoba narkoba, kata Suprapti Indah Putri, M.I.Kom, dalam kegiatan ‘Ananda Bersinar’ Goes to School yang digelar BNN Sumatera Utara di SMA Negeri 5, Jalan Pelajar Medan, Jumat (6/11). Ia mengingatkan pentingnya edukasi berkelanjutan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Tekanan teman sebagai pemicu awal
Suprapti, Pembantu Ketua III STIK-P Medan, menjelaskan banyak remaja awalnya tidak berniat mencoba narkoba. Namun, dorongan dari lingkungan pertemanan membuat mereka ikut-ikutan agar tidak terlihat "cupu" atau tidak diterima.
“Awalnya anak-anak mungkin tidak ingin mencoba. Namun, karena tekanan teman, seperti dibilang cupu atau tidak asyik kalau menolak, akhirnya ikut-ikutan. Ini yang berbahaya, hanya karena ingin diterima dalam pertemanan, mereka justru terjerumus narkoba,”
Peran media sosial dalam paparan risiko
Selain tekanan teman, Suprapti menyoroti peran media sosial. Algoritma dan arus informasi bisa membuat remaja terpapar konten negatif jika mereka tidak selektif menonton dan mengikuti akun yang tepat.
Ia mengimbau siswa agar lebih cermat memilih akun dan influencer. Fokus pada akun edukatif dan tidak hanya mengonsumsi konten hiburan dapat mengurangi risiko paparan konten yang merugikan.
“Anak-anak harus bisa menyaring informasi. Mereka harus mengikuti influencer yang memberikan edukasi baik, bukan hanya sekadar konten seru-seruan,”
Mendorong konten edukatif dan edukasi berkelanjutan
Suprapti mendorong pelajar aktif membuat konten kreatif yang mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba. Dengan demikian, media sosial berubah fungsi dari sekadar hiburan menjadi alat kampanye positif anti narkoba.
Lebih jauh, ia meminta BNN Sumut memperluas program edukasi ke seluruh sekolah di provinsi ini. Menurutnya, pendekatan yang langsung dan berkelanjutan lebih efektif membentuk kepedulian pelajar terhadap bahaya narkoba.
“Edukasi seperti ini membutuhkan ketelatenan, keseriusan, dan konsistensi. Bukan cuma sekali dua kali, tetapi semua sekolah, baik di kecamatan, kabupaten maupun kota, harus mendapatkan edukasi seperti ini,”
Dengan pendekatan langsung dan konsisten, diharapkan generasi muda dapat menjadi penerus bangsa yang berkualitas menuju visi Indonesia Emas 2045. Upaya pencegahan yang menyasar lingkungan pergaulan dan penggunaan media sosial menjadi kunci utama mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polres Samosir: Tilang Turun, Teguran Meningkat di Operasi Patuh
Polres Samosir catat penurunan tilang selama Operasi Patuh Toba (26 Okt–4 Nov 2026); 22 tilang dan 321 tegur...
Pemkab Samosir Hentikan Operasional 4 Usaha Tak Miliki PBG
Pemkab Samosir menghentikan sementara operasional empat usaha di Pangururan karena belum memiliki Persetujua...
Skandal LIMS Polri Ungkap Celah Hukum Penyadapan yang Belum Diatur
Skandal LIMS Polri membuka celah hukum penyadapan; undang‑undang khusus belum ada meski MK mengingatkan seja...
Banding atas Vonis 1 Tahun untuk Ayah-Anak dalam Kasus PT Universal Gloves
Kuasa hukum ajukan banding atas vonis 1 tahun untuk ayah dan anak dalam perkara PT Universal Gloves setelah...
NasDem Samosir Gelar Aksi Bersih Waterfront City dalam HUT ke-15
DPD NasDem Samosir menggelar aksi bersih-bersih di Waterfront City Pangururan pada 5 November 2026 sebagai b...
BNN Sumut Bawa Program Ananda Bersinar ke SMA Negeri 5 Medan
BNN Sumut menggelar Ananda Bersinar di SMA Negeri 5 Medan (6/11) untuk edukasi antinarkoba dan membentuk age...