Tanjungbalai Peringati HAN Ke-42: Sayangi Anak, Lindungi Masa Depan
Tanjungbalai — Pemerintah Kota Tanjungbalai menggelar upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 pada Kamis, 23 Juli, di halaman Kantor Wali Kota. Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung mewakili Wali Kota dan dihadiri pejabat pemerintahan, unsur kecamatan dan kelurahan, ASN, PPPK, kepala lingkungan, serta pelajar.
Inti acara dan tema
Acara mengusung tema "Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Tema tersebut menjadi penegasan komitmen Pemko Tanjungbalai terhadap pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus bagi kelompok rentan.
Amanat Menteri yang dibacakan
Sekretaris Daerah membacakan amanat tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Choiri Fauzi. Dalam amanat itu, ditegaskan bahwa anak harus dipandang sebagai pelaku dalam proses pembangunan, bukan sekadar objek.
"Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya,"
Pesan utama: perlindungan anak tanggung jawab bersama
Dalam sambutan, Nurmalini menegaskan bahwa perlindungan anak tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan peran aktif keluarga sebagai pelindung pertama anak.
"Perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa, dimulai dari keluarga... hingga pemerintah pusat dan daerah,"
Fokus program dan tantangan
Peringatan HAN dimanfaatkan untuk mengampanyekan hak anak atas hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Amanat juga menyoroti ancaman baru yang muncul di ruang digital dan risiko perkawinan serta pekerjaan anak.
Acara diikuti anak-anak dari berbagai daerah, termasuk mereka yang membutuhkan perlindungan khusus. Pemerintah berharap tema dan subtema HAN meningkatkan perhatian dan tindakan nyata di tingkat lokal.
Harapan ke depan
Pemko Tanjungbalai mendorong seluruh pemangku kepentingan memperkuat sistem pelaporan, pencegahan, dan rehabilitasi korban kekerasan terhadap anak. Investasi perlindungan anak dianggap investasi masa depan bangsa yang lebih adil dan berkelanjutan.
Dengan memperkuat kolaborasi keluarga, institusi pendidikan, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pemerintah, diharapkan pemenuhan hak anak dan lingkungan yang aman bagi mereka dapat terwujud secara berkelanjutan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Edy Rahmayadi Kecam Dugaan Penyadapan terhadap Presiden Prabowo
Edy Rahmayadi mengecam dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo, menyebut tindakan itu sebagai makar dan...
PN Medan Gelar Bimtek PHI dan Sosialisasi Anti-Penyuapan
PN Medan menggelar bimtek PHI dan sosialisasi anti-penyuapan bagi 16 perwakilan Gebrak pada 6 November untuk...
Partai Demokrat Sumut Buka Pendaftaran Ketua DPD 2026–2031
Partai Demokrat Sumut membuka pendaftaran calon Ketua DPD periode 2026–2031, 6–12 November 2026; Musdalub di...
Bupati Labuhanbatu Tinjau Titik Rawan Banjir, Siapkan Normalisasi
Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita meninjau Siringoringo, Baldes, dan Aek Tapa (5/11) untuk percepat normalisas...
DPW Partai Aceh Kecam Penembakan di Pidie
Ketua DPW Partai Aceh mengecam penembakan di Pulo Keunari, Pidie (4/11); minta penyelidikan terbuka dan perl...
Satuone Coffee Binjai Kantongi Izin, Bantah Isu Pesta Miras dan LGBT
Satuone Coffee Binjai mengantongi izin keramaian untuk Fashion Show Halloween 30 Okt 2026 dan membantah tudu...