Menbud Dorong Tambah Layar Bioskop untuk Perluas Akses Film
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong penambahan layar bioskop di daerah sebagai upaya memperluas akses film Indonesia dan meningkatkan jumlah penonton. Pernyataan itu disampaikan usai konferensi pers Festival Film Indonesia di Hutan Kota, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juni 2026. Ia menyebut keterbatasan layar menjadi penghambat utama distribusi dan pertumbuhan pasar film nasional.
Kebutuhan layar nasional
Fadli Zon menilai kapasitas layar bioskop saat ini belum mampu menampung potensi pasar film Indonesia yang terus berkembang. Ia memperkirakan ketersediaan layar saat ini baru sebagian kecil dari kebutuhan nasional.
Di dalam negeri pun kita belum memaksimalkan karena jumlah layar kita masih terbatas. Jumlah kebutuhan layar kita sekitar 10 ribu, sedangkan yang tersedia saat ini hanya sekitar 2.500 layar
Menurutnya, kondisi ini membuat distribusi film di daerah belum merata dan menahan tumbuhnya jumlah penonton secara berkelanjutan.
Dampak terhadap industri perfilman
Fadli menekankan bahwa penambahan layar tidak hanya soal kuantitas penonton, tapi juga memperkuat ekosistem perfilman nasional. Dengan infrastruktur penayangan yang lebih baik, peluang industri untuk berkembang dan mendukung produksi lokal menjadi lebih besar.
Bayangkan kalau kebutuhan 10 ribu layar itu dapat dipenuhi di seluruh Indonesia. Penontonnya akan jauh lebih banyak dan pasar film nasional menjadi semakin besar
Selain memperkuat pasar domestik, ia berharap film Indonesia juga makin dikenal di luar negeri melalui peningkatan kualitas produksi dan akses distribusi yang lebih luas.
Peran swasta dan rencana pemerintah
Pemerintah menargetkan kolaborasi dengan pihak swasta sebagai motor utama investasi pembangunan jaringan bioskop daerah. Fadli menyebut model bisnis ini membutuhkan dukungan investasi berkelanjutan dari pelaku usaha.
Ya, saya kira itu menyangkut masalah investasi, terutama yang kita harapkan dari swasta. Karena ini merupakan bisnis yang membutuhkan dukungan investasi untuk berkembang, nanti kita coba colek Danantara
Inisiatif pembangunan bioskop daerah merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan pemerintah dan Danantara sedang menyusun skema bisnis untuk mewujudkan rencana tersebut.
Pola seperti apa, masih disusun, butuh waktu itu. Kami Kementerian Ekraf dengan Danantara diminta Presiden untuk membicarakan dan mendiskusikan mengenai ini
Langkah ke depan
Percepatan penambahan layar akan membutuhkan sinkronisasi kebijakan, insentif investasi, dan kesiapan pelaku industri lokal. Jika berhasil, perluasan jaringan bioskop di daerah diharapkan membuka pasar baru bagi sineas Indonesia dan memperkuat posisi film nasional di kancah internasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Trailer Kedua Sense and Sensibility Rilis, Daisy Edgar-Jones Jadi Elinor
Trailer kedua adaptasi Jane Austen, Sense and Sensibility, dirilis 30 September 2026; Daisy Edgar-Jones meme...
Lyodra Rilis "Terkunci di Kamu" dengan 10 Lagu, Kolab Bilal
Lyodra umumkan album "Terkunci di Kamu" rilis 9 Oktober 2026, berisi 10 lagu termasuk kolaborasi dengan Bila...
MEOVV Siap Comeback dengan Single Album "GO HARD"
MEOVV akan merilis single album "GO HARD" berisi dua lagu pada 12 Oktober; rilis membawa tema pendewasaan da...
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...
GJLS: Berapi-Api Rilis Trailer dan OST 'Api dan Mimpi'
Trailer dan poster GJLS: Berapi-Api dirilis; Barasuara bawakan OST 'Api dan Mimpi'. Film tayang 5 November 2...
Kenapa Piano Identik dengan Musik Klasik?
Piano melekat pada musik klasik karena sejarah, inovasi Cristofori, dan peran sentralnya sejak abad ke-18 hi...