STIK Lemdiklat Polri Wisuda 289 Lulusan, Siapkan Pemimpin Polri
Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri mewisuda 289 lulusan program sarjana, magister, dan doktor pada Rabu, 17 Juni 2026 di Jakarta. Wisuda ini bertepatan dengan Dies Natalis ke-80 STIK dan bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia Polri menghadapi tugas yang semakin kompleks.
Wisuda dan pesan pimpinan
Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak menekankan bahwa pendidikan adalah kunci peningkatan kemampuan personel. Ia mengatakan upaya ini diperlukan agar anggota Polri mampu menjalankan tugas dengan pendekatan keilmuan.
"Ini adalah bagian dari upaya Polri untuk terus meningkatkan kemampuan pengetahuan seluruh personel SDM Polri. Mereka diharapkan mampu memahami dan melaksanakan tugas melalui pendekatan keilmuan,"
Fokus penguatan pendidikan
Para lulusan diharapkan memperkuat profesionalisme dan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat. Menurut Komjen Panca, peningkatan kualitas pendidikan sejalan dengan reformasi Polri yang sedang berjalan dan merupakan bagian dari arahan Kapolri dalam membangun SDM unggul.
Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Eko Rudi Sudarto menegaskan lembaga terus meningkatkan kualitas pendidikan. Penekanan diberikan pada aspek etika, logika, dan rasa untuk membentuk perwira yang profesional dan bermartabat.
"Polisi harus pintar. Kami terus berbenah agar STIK menjadi bagian penting mencetak kader Polri bermartabat,"
Adaptasi dan rencana pengembangan
STIK Lemdiklat Polri didorong agar terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Salah satu langkah yang sedang dikaji adalah pengembangan Universitas Kepolisian untuk mengakomodasi berbagai elemen masyarakat dalam pendidikan kepolisian.
"Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian harus terus beradaptasi dan mengembangkan diri melalui Universitas Kepolisian. Pengembangan itu diharapkan dapat mengakomodasi seluruh elemen masyarakat,"
Dampak bagi kepemimpinan dan pelayanan
Guru Besar STIK, Prof. Hermawan Sulistyo, menilai pendidikan tinggi akan memperkuat kualitas kepemimpinan. Ia menekankan lulusan yang terdidik lebih memahami kebutuhan publik dan menunjukkan empati dalam pelayanan.
- Penguatan etika dan kemampuan intelektual
- Peningkatan empati terhadap masyarakat
- Pengembangan kerangka akademik lewat inisiatif Universitas Kepolisian
Melalui penguatan pendidikan tinggi, Polri berharap melahirkan pemimpin yang profesional dan humanis. Langkah ini juga ditujukan untuk menjawab ekspektasi publik terhadap kualitas pelayanan kepolisian ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
FEB UIN Jakarta Kejar Akreditasi AACSB Menuju Sekolah Bisnis Global
FEB UIN Jakarta mempercepat persiapan akreditasi AACSB dengan inovasi S3 Perbankan Syariah dan target pening...
Yenny Wahid: Kebebasan Harus Bawa Kebahagiaan Bersama
Yenny Wahid mengatakan kebebasan harus menghasilkan kebahagiaan bersama dan tidak boleh merugikan orang lain...
Prabowo Undang Petugas Upacara HUT ke-81 ke Hambalang
Presiden Prabowo mengundang petugas upacara HUT ke-81 ke Hambalang sebagai bentuk apresiasi dan pesan menjag...
Menhub Pastikan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran
Menhub Dudy Purwagandhi pastikan evaluasi menyeluruh keselamatan pelayaran pasca empat kecelakaan, tekan int...
Pemerintah Rencanakan Pemangkasan Kuota BBM Subsidi 2027
Pemerintah berencana memangkas kuota BBM subsidi menjadi 20,09 juta kl pada 2027, sambil menaikkan alokasi a...
Mendagri Koordinasi Percepatan Penanganan Dampak Gempa NTT
Mendagri Tito Karnavian terus koordinasi percepatan penanganan gempa NTT, fokus evakuasi, listrik, dan distr...