RRI Targetkan Jangkauan Siaran Terestrial 85 Persen Populasi
Radio Republik Indonesia (RRI) menetapkan target meningkatkan jangkauan siaran terestrial hingga 85 persen populasi dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027-2029. Pengumuman itu disampaikan Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. Selain jangkauan terestrial, RRI juga membidik lonjakan akses streaming radio digital dari 45 persen menjadi 120 persen pada periode yang sama.
Target jangkauan dan pertumbuhan streaming
I Hendrasmo menjelaskan rincian target kinerja RRI dalam RKP 2027. Untuk siaran terestrial, capaian yang diharapkan meningkat dari 79 persen menjadi 85 persen populasi. Sementara itu, akses streaming radio digital ditetapkan naik signifikan, dari 45 persen menjadi 120 persen antara 2027 hingga 2029.
“Target kinerja LPPRRI dalam RKP 2027 adalah jangkauan siaran terestrial dari 79 persen sampai 85 persen dari populasi. Kemudian pertumbuhan akses streaming radio digital dari 45 persen menjadi 120 persen yaitu dari 2027 sampai 2029”,
Peran strategis RRI bagi publik
Hendrasmo menegaskan RRI memiliki posisi strategis sebagai instrumen negara dalam pelayanan publik. Lembaga ini menjalankan fungsi informasi, edukasi, perekat sosial, dan mitigasi bencana. Jangkauan penyiaran RRI juga mencakup daerah 3T—Tertinggal, Terdepan, dan Terluar—untuk memastikan akses informasi merata.
Program publik dan dukungan agenda nasional
Menurut Hendrasmo, program-program penyiaran publik RRI terkait langsung dengan prioritas nasional dalam RKP 2027. Selain layanan informasi publik, program itu berperan sebagai instrumen komunikasi pembangunan. Dengan demikian, RRI mendukung berbagai agenda strategis pemerintah melalui konten dan penyebaran informasi yang terkoordinasi.
“Program-program yang dijalankan RRI tidak hanya berfungsi sebagai layanan informasi publik. Tetapi juga menjadi instrumen komunikasi pembangunan yang mendukung berbagai agenda strategis pemerintah,”
Strategi penyebaran dan layanan multiplatform
RRI berencana memperluas akses melalui kombinasi siaran radio konvensional dan platform digital. Hendrasmo menyatakan lembaga akan mengoptimalkan siaran, platform digital, dan layanan multiplatform agar informasi strategis dapat diakses luas. Langkah ini diharapkan memperkuat peran RRI dalam mendukung pembangunan nasional dan memberikan informasi yang edukatif serta terpercaya kepada publik.
Dengan jaringan yang menyentuh seluruh wilayah Indonesia, RRI menempatkan peningkatan akses sebagai prioritas untuk mewujudkan pemerataan informasi dan mendukung agenda pembangunan jangka menengah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community di TIM
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi pameran SBY Art Community di TIM (18–30 Agustus 2026) sebagai ruang k...
Perlinsos Digital: Bakom Sebut Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Bakom: uji coba Perlinsos Digital mempercepat pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi sekitar lima menit, d...
Wamentrans Viva Yoga Ajak Bantu Korban Gempa NTT saat HUT RI ke-81
Wamentrans Viva Yoga mengajak semua pihak bantu korban gempa NTT saat perayaan HUT RI ke-81 dan menekankan s...
Kemenko PMK Prioritaskan Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
Kemenko PMK memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan pascagempa NTT, memaksimalkan gudang di Labuan Bajo...
512 Sekolah Terdampak Gempa Flores, Pembelajaran Beralih Daring
Sebanyak 512 sekolah di Flores terdampak gempa 7,7 pada 19 Agustus 2026; pembelajaran beralih daring dan ten...
FEB UIN Jakarta Kejar Akreditasi AACSB Menuju Sekolah Bisnis Global
FEB UIN Jakarta mempercepat persiapan akreditasi AACSB dengan inovasi S3 Perbankan Syariah dan target pening...