Kementerian PU: Jembatan Palu 1 dan 4 Aman Setelah Gempa
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan Jembatan Palu 1 dan Jembatan Palu 4 tetap aman dipakai setelah gempa magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026. Inspeksi lapangan pada 17 Juni 2026 menunjukkan tidak ada kerusakan struktur utama pada kedua jembatan di Kota Palu. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran distribusi bantuan.
Hasil inspeksi dan temuan
Tim teknis dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh pada kedua jembatan. Hasilnya, tidak ditemukan kerusakan pada struktur utama Jembatan Palu 1 dan Jembatan Palu 4 sehingga operasional dapat dilanjutkan. Temuan ini membuat rute transportasi lokal tetap terbuka untuk aktivitas sehari-hari masyarakat.
"Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kerusakan struktur pada Jembatan Palu 4 maupun Jembatan Palu 1. Kedua jembatan tersebut dinyatakan aman dan tetap dapat digunakan," katanya.
Langkah tanggap darurat Kementerian PU
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan kementerian langsung menurunkan personel setelah gempa. Pada 17 Juni 2026 tim melakukan respons darurat, inspeksi infrastruktur terdampak, dan mendukung komando penanganan darurat daerah. Langkah ini bertujuan mempercepat penilaian kondisi dan mitigasi risiko lanjut.
"Sejak awal terjadinya bencana, Kementerian PU telah bergerak cepat dengan menurunkan tim personel. Tim melakukan respons darurat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung komando penanganan darurat daerah," ujar Dodi.
Aksi logistik dan pemulihan akses
Selain inspeksi, Kementerian PU mengerahkan alat berat dan personel untuk membuka akses jalan yang terhambat. Satu unit alat berat dikirim ke Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, untuk membersihkan material yang menutup jalan. Upaya ini mendukung kelancaran mobilitas warga dan distribusi bantuan kemanusiaan.
Wilayah pemeriksaan dan koordinasi
Pemeriksaan tidak hanya difokuskan di Kota Palu, tetapi juga dilakukan di Kabupaten Sigi, Poso, Donggala, dan Parigi Moutong. Kementerian PU juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palu terkait kondisi Jembatan Palu 3, meski fokus utama saat ini diarahkan pada aset yang menjadi kewenangan kementerian.
Pemantauan berkelanjutan
Kementerian menegaskan pemantauan terhadap infrastruktur strategis akan terus dilakukan secara berkala. Pemantauan ini penting untuk memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga konektivitas dan aktivitas perekonomian di wilayah terdampak gempa. Tim akan melanjutkan inspeksi jika ada laporan perubahan kondisi lapangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kementerian Ekonomi Kreatif Jajaki Kolaborasi dengan ION Perluas Pasar Digital
Kemenparekraf bertemu ION pada 20 Agustus 2026 untuk perluas akses pasar digital, dorong AI, pemasaran digit...
Bendera Raksasa 10x5 m Dikibarkan di Muara Tujuh Sungai Subang
Bendera Merah Putih 10x5 meter dikibarkan di Muara Tujuh Sungai, Subang saat HUT RI ke-81 sambil mengkampany...
Menekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community di TIM
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi pameran SBY Art Community di TIM (18–30 Agustus 2026) sebagai ruang k...
Perlinsos Digital: Bakom Sebut Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Bakom: uji coba Perlinsos Digital mempercepat pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi sekitar lima menit, d...
Wamentrans Viva Yoga Ajak Bantu Korban Gempa NTT saat HUT RI ke-81
Wamentrans Viva Yoga mengajak semua pihak bantu korban gempa NTT saat perayaan HUT RI ke-81 dan menekankan s...
Kemenko PMK Prioritaskan Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
Kemenko PMK memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan pascagempa NTT, memaksimalkan gudang di Labuan Bajo...