DPR: Pengabdian Eks KSAL Achmad Sutjipto Layak Jadi Teladan
Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Purn) Achmad Sutjipto meninggal dunia pada Kamis, 18 Juni 2026, di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Almarhum berusia 81 tahun. Jenazah disemayamkan di kediaman keluarga di Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Reaksi DPR dan penghormatan
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan duka cita atas wafatnya Achmad Sutjipto. Menurut Dave, Sutjipto merupakan putra bangsa yang mendedikasikan hidupnya untuk negara melalui TNI Angkatan Laut.
“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi masa duka ini.”
Dave menilai pengabdian almarhum penting bagi pembangunan kekuatan pertahanan nasional dan menjadi kehilangan bagi keluarga besar TNI serta dunia kemaritiman Indonesia.
Perjalanan karir Sutjipto
Lahir 12 Mei 1945, Achmad Sutjipto mengawali karier militer dengan masuk Akademi Angkatan Laut tahun 1965 dan lulus pada 1969 sebagai letnan dua. Sejak itu ia menjalani berbagai penugasan dalam Korps Pelaut.
Beberapa tonggak kariernya adalah:
- Pendidikan Seskoal pada 1986;
- Menjabat komandan kapal perang (1989–1991);
- Komandan Satuan Tugas Pengalihan Kapal-Kapal Bekas Jerman Timur (1992–1995);
- Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur (Kas Armatim) pada 1995 dengan kenaikan pangkat menjadi laksamana pertama;
- Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) pada Maret 1996, berpangkat laksamana muda;
- Asrena Kasal di Markas Besar TNI AL, lalu Komandan Jenderal Akabri (1998) berpangkat laksamana madya;
- Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut pada 1999, dan dipromosikan menjadi KSAL pada Juli 1999 hingga 9 Oktober 2000.
Setelah pensiun dengan pangkat terakhir laksamana, Sutjipto aktif di dunia sipil sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen di PT Transcoal Pacific Tbk.
Pemakaman dan warisan
Jenazah almarhum tiba dari rumah sakit dan sempat disemayamkan di kediaman keluarga di Jalan Gading 10 Blok D No. 45, Kodamar, Kelapa Gading. Prosesi pemakaman berlangsung di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
“Kontribusi yang telah beliau berikan menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan kekuatan pertahanan nasional, khususnya di lingkungan TNI Angkatan Laut. Nilai-nilai pengabdian, kepemimpinan, dan keteladanan yang diwariskan almarhum akan tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus.”
Kepergian Achmad Sutjipto menyisakan ruang bagi refleksi atas peran perwira tinggi militer dalam membangun institusi pertahanan. Warisan profesionalisme dan integritasnya diperkirakan akan terus dirujuk oleh kalangan militer dan pemangku kepentingan maritim ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...
KM Virgo Ditarget Diangkat Oktober 2026
PT Virgo Karya menargetkan pengangkatan KM Virgo di Laut Jawa pada Oktober 2026 setelah komunikasi positif d...
Gempa M5,9 Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami
BMKG: gempa M5,9 di Sumba Barat Daya (4 Okt 2026) tak berpotensi tsunami; warga diminta waspada terhadap ban...
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapa...
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...
Pemerintah Didesak Sesuaikan PTKP Sesuai Laju Inflasi
Pakar dan buruh mendesak penyesuaian PTKP yang belum berubah sejak 2016 untuk menjaga daya beli; keputusan a...