Ditahan Kongo 1-1, Portugal Dinilai Masih Bergantung pada Ronaldo
Portugal hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Kongo pada laga Grup K Piala Dunia 2026, Kamis, 18 Juni 2026. Hasil ini memunculkan sorotan atas ketergantungan tim terhadap Cristiano Ronaldo, kata pengamat sepak bola Ario Yosia, yang menilai pola serangan Portugal mudah dibaca lawan.
Hasil dan implikasi awal
Skor 1-1 membuat Portugal harus berbagi poin di pertandingan pertama grup. Kekhawatiran muncul karena pertandingan tersebut memperlihatkan tim kerap mengarahkan permainan ke satu titik. Ario menilai ketergantungan itu mengurangi variasi serangan Portugal.
Analisis Ario Yosia
Ario menjelaskan bagaimana keberadaan Ronaldo memengaruhi alur permainan tim. Menurut dia, lawan bisa menutup ruang dengan mudah karena serangan Portugal cenderung terpusat.
Kalau ada Ronaldo, seluruh bola cenderung akan diarahkan ke dia dan arus serangan tidak melebar,
Ario juga menekankan, sebagai pemain legendaris, ambisi Ronaldo untuk menutup kariernya dengan gelar Piala Dunia wajar. Namun menurut pengamat ini, yang ideal adalah ambisi kolektif tim.
Agak sayang jika hanya mewujudkan ambisi Ronaldo. Karena tim ini punya skuad yang bagus,
Taktik Kongo dan kesulitan Portugal
Kongo dipuji karena strategi bertahan yang membuat Portugal kesulitan menciptakan variasi. Penutupan ruang dan permainan disiplin membuat ancaman Portugal lebih mudah diantisipasi sepanjang laga.
Peluang lolos masih terbuka
Meski gagal meraih kemenangan di laga pembuka, Ario menilai peluang Portugal untuk lolos dari fase grup tetap besar. Turnamen masih panjang, dan masih ada kesempatan untuk memperbaiki permainan.
Turnamen masih panjang dan masih ada dua pertandingan yang bisa dimaksimalkan,
Faktor kebugaran dan persiapan
Selain taktik, Ario menggarisbawahi kondisi fisik pemain sebagai faktor. Persiapan singkat dan beban kompetisi membuat beberapa pemain belum mencapai puncak kebugaran.
Sampai hari-hari terakhir jelang bergulirnya piala dunia, sebagian pemain masih bermain di kompetisi masing-masing. Faktor kebugaran dan mood liburan turut memengaruhi penampilan mereka,
Posisi Kongo di mata pengamat
Ario menilai hasil imbang ini belum serta-merta menjadikan Kongo sebagai kandidat kejutan besar. Kongo mendapatkan poin penting, tetapi masih dinilai sulit berbicara banyak di turnamen jika melihat keseluruhan kompetisi.
Ke depan, perhatian Portugal seharusnya tertuju pada penguatan permainan kolektif dan variasi serangan agar ancaman lawan tidak terus terbaca.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rodri Resmi Tinggalkan City dan Jalani Tes Medis di Barcelona
Rodri akan jalani tes medis 18 Agustus sebagai bagian dari transfer ke Barcelona; nilai 76,5 juta euro diseb...
Rehan/Gloria Melaju ke Babak Kedua Kejuaraan Dunia BWF 2026
Rehan/Gloria melaju ke babak kedua Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah menang 21-16, 21-3 atas pasangan Malaysi...
Gol 126,7 Km/Jam: Martínez Masuk Radar Real Madrid dan Barcelona
Sergio Martínez cetak gol debut La Liga dengan tembakan 126,7 km/jam, menarik minat Real Madrid, Barcelona,...
Menpora Erick Ikut Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara, Ingatkan Perjuangan Atlet
Menpora Erick Thohir ikut Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas-HI, mengingatkan perjuangan atlet dan...
Jonatan Christie Lolos 32 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026
Jonatan Christie melaju ke 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 usai menundukkan Matthias Kicklitz 21-15, 21-14...
Menpora Minta Dukungan Publik untuk Atlet di Asian Games 2026
Menpora Erick Thohir minta dukungan publik untuk atlet Indonesia jelang Asian Games 2026 saat mengunjungi ge...