Nasional

Kementan Perkuat Irigasi dan Pasokan Pupuk Hadapi El Nino

Bagikan:
Pembangunan irigasi dan distribusi pupuk untuk antisipasi kekeringan El Nino

Kementerian Pertanian memperkuat infrastruktur irigasi dan menyiapkan pasokan pupuk untuk menjaga produksi beras nasional menghadapi ancaman El Nino. Upaya ini sekaligus mendukung target peningkatan produksi sebesar satu juta ton pada 2026.

Strategi pengamanan air dan irigasi

Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) fokus memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian di wilayah rawan kekeringan. Program itu diumumkan dalam webinar "Menjaga Produksi Pangan Saat El Nino Datang" pada Kamis, 18 Juni 2026.

Direktur LIP, Dhani Gartina, menyatakan pemerintah akan memperkuat sumber daya air dan infrastruktur irigasi melalui kolaborasi lintas kementerian.

"Melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, berbagai program pengembangan sumber daya air terus diperkuat. Termasuk melalui kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum,"

Program fisik dan target 2026

Program yang disiapkan mencakup rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan irigasi perpompaan dan perpipaan, embung, dam parit, serta pengembangan sumber air alternatif. Semua diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman, khususnya sawah tadah hujan.

Kementan menargetkan pembangunan infrastruktur berikut pada 2026:

Jenis Pembangunan Target 2026
Irigasi perpompaan 15.000 unit
Irigasi perpipaan 3.000 unit
Bangunan konservasi air 3.000 unit

Pemetaan dan pendekatan adaptasi

Selain pembangunan fisik, Kementan memetakan cekungan air tanah, sumber air permukaan, dan kawasan rawan kekeringan. Tujuannya memastikan intervensi tepat sasaran.

Strategi adaptasi mencakup pola tanam hemat air, penggunaan varietas padi tahan kekeringan, dan pengelolaan lahan lebih efisien. Sedangkan mitigasi mencakup asuransi pertanian, manajemen risiko produksi, serta bantuan pompa air dan infrastruktur irigasi.

"Strategi menghadapi kekeringan tidak hanya melalui pembangunan fisik. Tetapi juga melalui pendekatan antisipasi, adaptasi, dan mitigasi,"

Kesiapan pasokan pupuk

PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk untuk mendukung program swasembada pangan. Vice President Manajemen Stakeholder, Susatyo Jati, menyampaikan alokasi pupuk subsidi 2026 mencapai 9,5 juta ton.

Jenis Pupuk Alokasi 2026
Urea 4,45 juta ton
NPK 4,5 juta ton
ZA 500 ribu ton
Pupuk organik -- (termasuk dalam alokasi)

Hingga 31 Mei 2026, realisasi penyaluran pupuk subsidi mencapai sekitar 4 juta ton atau 41% dari alokasi. Sementara stok nasional per 8 Juni 2026 tercatat 1,17 juta ton, terdiri atas 836 ribu ton pupuk bersubsidi dan 338 ribu ton pupuk nonsubsidi.

"Kami terus menjaga kapasitas dan kesehatan pabrik agar mampu memenuhi alokasi. Ini yang telah ditetapkan pemerintah,"

Implikasi dan langkah ke depan

Percepatan pembangunan irigasi dan ketersediaan pupuk menjadi kunci agar produktivitas padi tetap terjaga saat El Nino. Keberhasilan program akan menentukan kemampuan mencapai target produksi tambahan pada 2026.

Koordinasi antar-institusi dan pemantauan lapangan akan menentukan efektivitas intervensi di sentra produksi dan daerah rawan kekeringan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait