Mensos Targetkan Sekolah Rakyat Tampung 400 Ribu Siswa pada 2029
Menteri Sosial Saifullah YusufSekolah Rakyat mampu menampung lebih dari 400.000 siswa pada 2029. Pernyataan itu disampaikan usai penyerahan sertifikat tanah seluas 6,3 hektare dari Kementerian Hukum di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Proyeksi peserta dan target waktu
Sekolah Rakyat saat ini telah menampung sekitar 45.000 siswa. Menurut Mensos, tambahan sekitar 60.000 siswa direncanakan tahun depan sehingga jumlah peserta akan melampaui 100.000 siswa.
Saifullah memproyeksikan jumlah peserta terus meningkat. "Insya Allah pada 2028 mendekati 300.000 siswa dan pada 2029 sudah di atas 400.000 siswa," ujarnya.
Sasaran peserta dan mekanisme pendaftaran
Berbeda dari sekolah formal, Sekolah Rakyat tidak menerapkan mekanisme pendaftaran seperti biasa. Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga rentan dan miskin ekstrem.
"Penderitaan mereka sering kali tidak terlihat oleh kita. Mungkin mereka adalah tetangga kita sendiri atau tinggal di kota besar, tetapi untuk makan dua kali sehari saja sudah sangat bersyukur,"
Dampak program menurut evaluasi
Hasil evaluasi selama 11 bulan menunjukkan perkembangan positif pada peserta. Mensos menyebut anak-anak peserta lebih percaya diri, disiplin, dan optimistis menghadapi masa depan.
"Anak-anak kita kini lebih percaya diri, lebih disiplin, dan lebih optimistis menghadapi masa depan setelah mengikuti Sekolah Rakyat. Mereka juga semakin fokus belajar serta menunjukkan perkembangan positif selama 11 bulan pelaksanaan program tersebut,"
Langkah pelaksanaan dan tantangan
Untuk mencapai target lebih dari 400.000 siswa, Kementerian Sosial perlu memperluas jangkauan program dan menambah fasilitas pendukung. Penguatan data terpadu keluarga rentan dan koordinasi lintas kementerian juga menjadi kunci.
Selain itu, keberlanjutan pendanaan dan kualitas pengajar menjadi tantangan yang harus ditangani agar pertumbuhan peserta tidak mengorbankan mutu pembelajaran.
Implikasi ke depan
Jika target tercapai, program ini berpotensi meningkatkan akses pendidikan bagi rumah tangga sangat rentan dan menurunkan angka anak yang tertinggal. Namun realisasi target memerlukan perencanaan anggaran, mitra pelaksana, dan monitoring yang ketat agar hasil evaluasi positif dapat dipertahankan dan diperluas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bendera Raksasa 10x5 m Dikibarkan di Muara Tujuh Sungai Subang
Bendera Merah Putih 10x5 meter dikibarkan di Muara Tujuh Sungai, Subang saat HUT RI ke-81 sambil mengkampany...
Menekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community di TIM
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi pameran SBY Art Community di TIM (18–30 Agustus 2026) sebagai ruang k...
Perlinsos Digital: Bakom Sebut Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Bakom: uji coba Perlinsos Digital mempercepat pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi sekitar lima menit, d...
Wamentrans Viva Yoga Ajak Bantu Korban Gempa NTT saat HUT RI ke-81
Wamentrans Viva Yoga mengajak semua pihak bantu korban gempa NTT saat perayaan HUT RI ke-81 dan menekankan s...
Kemenko PMK Prioritaskan Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
Kemenko PMK memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan pascagempa NTT, memaksimalkan gudang di Labuan Bajo...
512 Sekolah Terdampak Gempa Flores, Pembelajaran Beralih Daring
Sebanyak 512 sekolah di Flores terdampak gempa 7,7 pada 19 Agustus 2026; pembelajaran beralih daring dan ten...