Samuel Wattimena Soroti Penguatan SDM untuk Pariwisata
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menilai Indonesia memiliki modal kuat berupa kekayaan objek wisata, namun menekankan perlunya penguatan sumber daya manusia (SDM) dan kejelasan pengelolaan. Pernyataan itu disampaikan usai Rapat Kerja dengan Kementerian Pariwisata di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026, saat membahas distribusi tenaga pengembangan SDM dan usulan anggaran kementerian untuk 2027.
Penguatan SDM jadi perhatian utama
Samuel mengatakan kekayaan objek wisata menjadi keunggulan kompetitif Indonesia dibanding negara lain. Meski demikian, kualitas pengelolaan dan kapasitas SDM masih menjadi kendala utama dalam mengoptimalkan potensi tersebut.
"Karena pariwisata modal dasarnya itu sudah sangat kuat, yaitu kekayaan Indonesia dalam bentuk objek-objek pariwisata. Praktis, negara yang memiliki segala objek pariwisata secara maksimal, itu Indonesia, persoalannya adalah pengelolaan,"
Ia menilai penguatan SDM harus bersifat terarah agar mampu mendukung pengembangan destinasi unggulan dan meningkatkan daya saing pariwisata nasional.
Detail distribusi 1.500 tenaga pengembangan SDM
Pemerintah merencanakan penempatan 1.500 tenaga pengembangan SDM pariwisata untuk berbagai daerah. Samuel meminta penjelasan rinci soal bidang tugas dan mekanisme pembagian tenaga tersebut agar legislator bisa melaksanakan fungsi pengawasan secara efektif.
"Kita di legislatif sebagai pengawas, perlu tahu persisnya apa, jadi 1.500 kalau toh dibilang cukup, bagaimana pembagiannya?. Karena kita punya 38 provinsi, ada 25 provinsi tadi yang masuk di dalam rencana induk pengembangan sumber daya manusia,"
Menurutnya, kejelasan target pengembangan akan membantu daerah yang belum menjadi prioritas agar tetap memiliki arah peningkatan kapasitas dan kualitas pariwisata.
Usulan tambahan anggaran Kementerian Pariwisata
Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,99 triliun untuk tahun 2027. Ia menyebut pagu indikatif yang diterima kementerian sebesar Rp1,01 triliun belum mencukupi kebutuhan ideal kementerian yang mencapai Rp3 triliun.
"Kami menilai bahwa untuk dapat bekerja secara optimal serta memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi perekonomian nasional. Kementerian Pariwisata memerlukan anggaran sebesar 3 triliun rupiah,"
Widiyanti menjelaskan anggaran ideal diperlukan untuk menjalankan program secara optimal dan menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan.
Dukungan DPR dengan syarat data relevan
Samuel menyatakan Komisi VII akan mendukung peningkatan anggaran, namun meminta data pendukung yang relevan agar penggunaan dana dapat dipetakan dan diawasi dengan tepat.
"Kami akan mendukung hal ini. Tapi pada saat bersamaan kami perlu data-data yang lebih relevan terhadap peningkatan anggaran,"
Dengan data dan rencana distribusi yang jelas, pemerintah dan daerah diharapkan dapat menyusun strategi pengembangan destinasi dan penguatan SDM yang berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...
Muhaimin Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi
Menko Muhaimin mendorong perumahan dikembangkan jadi ekosistem ekonomi melalui 1001 Pasar Rakyat, membuka ak...
Menko Muhaimin Dorong '1001 Pasar Rakyat' untuk Perkuat UMKM
Menko Muhaimin dorong konsep 1001 Pasar Rakyat di Bekasi (4 Okt 2026) untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan k...
Kemenko PM: Kolaborasi Kunci Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kemenko PM: kolaborasi pemilik lahan, local champion, dan pemerintah jadi kunci pemberdayaan UMKM dan ekonom...