Politik

Peluncuran STAIM Al Muhsiny di Bangkalan Dorong Akses Pendidikan

Bagikan:
Peluncuran STAIM Al Muhsiny di Bangkalan dengan Bupati Lukman Hakim

BANGKALAN – Bupati Bangkalan Lukman Hakim meresmikan peluncuran Sekolah Tinggi Agama Islam Al Muhsiny (STAIM) di Jalan Taman Pahlawan, Planggara, Desa Blega, Kecamatan Blega, pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Acara dihadiri pejabat Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat setempat. Pendiriannya dimaksudkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Bangkalan.

Peluncuran dan hadirin

Peluncuran berlangsung sederhana dan dihadiri Sekretaris Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta Wilayah IV Jawa Timur, Dr. KH. M. Hasan Ubaidillah, serta tokoh agama dan masyarakat lokal. Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan pendidikan tinggi berbasis tradisi pesantren. Kehadiran kampus baru ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan pendidikan tinggi yang lebih dekat dengan masyarakat di wilayah tersebut.

Dukungan Pemerintah Daerah

Bupati Lukman menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk mendukung pertumbuhan perguruan tinggi. Menurutnya, semakin banyak institusi pendidikan tinggi, semakin besar peluang lahirnya generasi muda yang unggul dan berdaya saing. Pemerintah berharap kampus baru itu dapat mempercepat pemerataan akses, sekaligus menjadi salah satu faktor peningkat IPM daerah.

Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas berdirinya perguruan tinggi ini. Kehadiran STAIM menjadi momentum terbaik untuk meningkatkan IPM Kabupaten Bangkalan

Kami berharap kampus ini sukses, modern, dan berkembang menjadi kampus masa depan

Visi, landasan, dan program studi

Ketua STAIM Al Muhsiny, Nur Hakim, menyatakan bahwa pendirian kampus dilandasi semangat pengabdian yang berakar dari tradisi pondok pesantren. Kampus ini menempatkan pengabdian sebagai inti pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan berambisi menghasilkan lulusan yang seimbang antara keilmuan dan keagamaan.

Semangat yang kami junjung dalam proses pembukaan kampus ini adalah semangat pendidikan pesantren, yakni pengabdian melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berharap STAIM mampu melahirkan intelektual yang ulama dan ulama yang intelektual

Pada tahap awal, STAIM membuka dua program studi untuk memenuhi kebutuhan lokal:

  • Manajemen Pendidikan Islam (MPI) — ditujukan untuk mencetak tenaga pendidik dan pengelola lembaga pendidikan yang kompeten;
  • Ekonomi Syariah (ES) — diarahkan untuk melahirkan lulusan yang menguasai aspek ekonomi syariah dalam dinamika sistem ekonomi modern.

Dampak dan prospek

Keberadaan STAIM diharapkan memberi dampak langsung bagi akses pendidikan bagi masyarakat Bangkalan. Selain membuka peluang kerja dan pengembangan kapasitas lokal, kampus ini diharapkan turut memperkaya ekosistem pendidikan berbasis pesantren di Madura. Ke depan, pengelola berencana mengembangkan program dan fasilitas sesuai kebutuhan akademik dan pasar kerja.

Keterangan lebih lanjut mengenai jadwal pendaftaran dan kurikulum akan diumumkan resmi oleh pengurus kampus dalam waktu dekat.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait