Lokal

87 SPPG di Sumut Disuspensi, Satu Dihentikan Sementara di Medan Denai

Bagikan:
Ilustrasi penangguhan operasional SPPG dan pemeriksaan dapur layanan gizi

Medan — Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional sementara 87 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Sumatera Utara. Keputusan itu diambil pada awal November setelah ditemukan masalah administrasi, fasilitas dapur yang tidak sesuai petunjuk teknis, kendala pengisian dana ke rekening virtual account, serta adanya kejadian menonjol di salah satu lokasi.

Jumlah SPPG yang Disuspensi

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Medan, Donal Simanjuntak, menyatakan total 87 SPPG saat ini dalam status suspend. Penangguhan bersifat sementara sambil dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap berbagai temuan.

"Ada 87 SPPG kena suspend. Sebab suspend, administrasi laporan harian, fasilitas dapur tidak sesuai juknis, terkendala top up dana ke rekening VA SPPG dan kejadian menonjol," kata Donal Simanjuntak.

Alasan Suspensi

BGN menemukan beberapa pelanggaran dan hambatan operasional. Temuan meliputi: laporan harian yang tidak lengkap, dapur yang tidak memenuhi standar juknis, masalah teknis pengisian dana lewat virtual account SPPG, serta satu kasus menonjol yang memicu perhatian publik.

Kasus di Medan Denai

Salah satu SPPG di Kecamatan Medan Denai dihentikan operasionalnya setelah menu makanan diduga mengandung unsur babi. Donal menegaskan SPPG tersebut sudah ditutup sementara sambil proses pemeriksaan berjalan.

"Sudah kita tutup sementara," tegas Donal terkait SPPG di Medan Denai.

Pemeriksaan Menyeluruh

BGN tidak hanya memeriksa pengelola dapur. Tim juga memanggil relawan yang bertugas menyiapkan makanan serta pihak sekolah sebagai penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemeriksaan sekolah bertujuan menelusuri alur penyaluran dan penerimaan makanan agar tidak terjadi penyimpangan.

Dampak dan Tindakan Lanjutan

Sampai saat ini, Donal belum merinci durasi penghentian operasional untuk seluruh SPPG yang disuspensi. BGN diharapkan memperbaiki standar operasional, keamanan pangan, dan kepatuhan bahan baku sebelum layanan kembali berjalan.

Langkah ini penting agar program MBG yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah tetap aman dan efektif, tanpa menimbulkan persoalan baru terkait keamanan pangan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait