Lokal

Wamenkes Dorong Percepatan Skrining TB Terintegrasi CKG di Sumut

Bagikan:
Wamenkes dr. Benjamin sedang berbicara saat kunjungan kerja di Medan

Medan, 21 Juli 2026 — Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus mendorong percepatan skrining tuberkulosis (TB) yang diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sumatera Utara. Dorongan ini disampaikan saat kunjungan kerja di Kota Medan untuk mempercepat deteksi dini dan memutus rantai penularan TB melalui kolaborasi lintas sektor.

Kunjungan kerja dan pesan utama

Pada pertemuan dengan Wali Kota Medan, pimpinan daerah, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan, Benjamin menegaskan bahwa pengendalian TB tidak bisa hanya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Pemerintah daerah hingga tingkat desa harus terlibat aktif.

"Program ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Kementerian Kesehatan. Kita membutuhkan kerja sama lintas sektor agar target penanggulangan TB dapat tercapai,"

Benjamin juga menyampaikan bahwa pemerintahan saat ini menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), termasuk perluasan layanan preventif.

Target CKG dan anggaran

Hingga dua hari sebelum kunjungan, pelaksanaan CKG telah menjangkau sekitar 66,7 juta orang secara nasional. Pemerintah menargetkan pemeriksaan bagi 130 juta penduduk tahun ini untuk mendeteksi penyakit tidak menular lebih dini seperti hipertensi dan diabetes.

Benjamin mengingatkan besarnya biaya pengobatan komplikasi: pembiayaan cuci darah sekitar Rp13,4 triliun, penyakit jantung lebih dari Rp17 triliun, dan stroke melebihi Rp10 triliun. "Semua itu sebenarnya dapat dicegah apabila penyakit ditemukan lebih awal melalui pemeriksaan kesehatan dan dikendalikan dengan baik," katanya.

Fokus pada tracing dan penemuan kontak erat

Dalam strategi penanggulangan TB, Benjamin menekankan pergeseran dari sekadar mengobati pasien menuju penguatan pelacakan kontak erat (tracing). Ia menyebut salah satu kelemahan selama ini adalah anggota keluarga serumah pasien TB sering tidak diperiksa.

"Selama ini kita berhasil menemukan dan mengobati pasien, tetapi kontak eratnya sering tidak diperiksa. Karena itu tracing menjadi kunci memutus penularan,"

Alokasi dan pelaksanaan di Sumatera Utara

Kementerian Kesehatan mengalokasikan anggaran pelaksanaan skrining TB terintegrasi CKG di 3.640 lokasi di Sumatera Utara. Khusus Kota Medan, kegiatan akan dilaksanakan di 661 titik dengan sasaran sekitar 66.100 orang sampai 30 November 2026.

Pemerintah pusat menyiapkan seluruh pembiayaan, termasuk tenaga kesehatan, kader, radiografer, edukasi masyarakat, dan operasional kegiatan. Pemerintah juga akan menempatkan dua kader TB di setiap desa dan kelurahan dengan insentif dari pusat.

Koordinasi administrasi dan peran fasilitas swasta

Perwakilan Kementerian Kesehatan menyatakan pencairan anggaran ke daerah bergantung pada kelengkapan dokumen administrasi. Beberapa daerah di Sumatera Utara yang telah melengkapi persyaratan sehingga anggaran dapat segera disalurkan antara lain:

  • Dairi
  • Humbang Hasundutan
  • Binjai
  • Gunungsitoli
  • Pematangsiantar
  • Sibolga
  • Tebing Tinggi
  • Nias Barat
  • Simalungun
  • Tapanuli Selatan
  • Toba

Daerah yang belum lengkap diminta segera berkoordinasi agar kegiatan tidak tertunda. Benjamin juga meminta Dinas Kesehatan Provinsi melibatkan fasilitas kesehatan swasta, termasuk klinik pratama dan organisasi kesehatan, agar target pelaksanaan di 3.640 lokasi tercapai.

"Kita datang ke daerah bukan sekadar menyampaikan teori, tetapi memastikan program berjalan. Mari kita bersama-sama memberantas TB dengan kerja sama seluruh pihak,"

Integrasi layanan dan ajakan kepada masyarakat

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan melalui Kabid Kesmas menjelaskan bahwa integrasi skrining TB ke dalam CKG memudahkan masyarakat. Warga tidak perlu mengunjungi layanan terpisah untuk pemeriksaan TB; skrining tersedia di layanan CKG.

"Jadi skrining TB sudah diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis. Masyarakat yang ingin mengetahui status kesehatannya terkait TB cukup datang ke pelayanan CKG,"

Ia mengajak warga memanfaatkan layanan ini untuk deteksi dini sehingga penanganan dapat segera diberikan dan risiko penularan ditekan.

Wamenkes dr. Benjamin saat kunjungan kerja di Medan

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait