760 Atlet Ikut Kejuaraan Sepak Bola Pelajar Antarkecamatan Medan
Sebanyak 760 atlet pelajar dari seluruh kecamatan di Kota Medan mengikuti Kejuaraan Sepak Bola Pelajar Antarkecamatan Piala Wali Kota Medan I Tahun 2026. Turnamen yang dibuka Wali Kota Rico Waas pada Jumat, 18 September 2026, di Lapangan Balai Desa Medan Helvetia berlangsung selama sepekan dan mempertandingkan kategori SD dan SMP.
Peserta dan jadwal pertandingan
Kejuaraan ini mempertandingkan dua kelompok usia. Untuk tingkat SD diikuti oleh 21 tim kecamatan, sedangkan tingkat SMP diikuti oleh 20 tim kecamatan. Pertandingan dilaksanakan secara bergelombang di beberapa lapangan, dengan babak final yang direncanakan digelar di Stadion Kebun Bunga.
- Lapangan Sepak Bola Balai Desa Helvetia
- Lapangan Sepak Bola Gajah Mada Krakatau Medan
- Babak final: Stadion Kebun Bunga (direncanakan)
Tujuan penyelenggaraan
Penyelenggara menegaskan kejuaraan ini tidak sekadar untuk memperebutkan piala. Kegiatan dirancang untuk memberi pengalaman bertanding, meningkatkan kemampuan teknis, serta membentuk sportivitas peserta di tingkat kecamatan.
Menurut laporan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan, kegiatan juga ditujukan untuk mengembangkan potensi, meningkatkan daya saing atlet pelajar, dan mengarahkan energi generasi muda ke aktivitas positif. Hal ini diharapkan turut mencegah perbuatan negatif seperti geng motor, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba.
Pernyataan Wali Kota dan Dispora
Intinya acara ini bukan mencari pialanya. Tapi bagaimana pengalaman di dalam kejuaraan, bagaimana sportivitas dilatih, adil, dan bagaimana skill yang selama ini sudah dilatih bisa dijalankan dan dipraktikkan secara langsung.
Wali Kota Rico Waas juga meminta para camat untuk mendampingi dan memberi semangat kepada tim dari wilayah masing-masing karena para peserta membawa nama kecamatan.
Pertandingannya adalah membawa nama kecamatan masing-masing. Ini marwah kecamatan masing-masing,
Dalam laporannya, Kepala Dispora menyatakan kejuaraan khusus cabang sepak bola diharapkan menjadi wahana peningkatan potensi atlet pelajar Kota Medan dan medium pembinaan berkelanjutan.
Dampak dan prospek ke depan
Selain mencari bibit atlet, penyelenggaraan turnamen ini berpotensi memperkuat jaringan pembinaan antara sekolah, sekolah sepak bola (SSB), dan pemerintah kecamatan. Jika berlanjut, kegiatan serupa bisa menjadi kalender rutin untuk pembinaan prestasi usia dini di level kota.
Kejuaraan yang berlangsung sepekan ini menjadi langkah awal bagi Pemerintah Kota Medan untuk menguatkan pembinaan olahraga pelajar dan membentuk kultur sportivitas sejak dini.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Airin Rico Resmikan Gallery Torose, Tenun Karo Melangkah Modern
Airin Rico meresmikan Gallery Torose di Medan (19/9) untuk mempromosikan tenun Karo Uis Karo lewat koleksi e...
Rico Waas Selesaikan KTP dan Janji Perbaikan Drainase di Medan Deli
Wali Kota Medan Rico Waas menyelesaikan KTP warga dan menjanjikan perbaikan jalan serta drainase saat Sapa W...
Bupati Aceh Besar Dukung Kafilah MTQ di Semarang
Bupati Aceh Besar Muharram Idris bertemu kafilah MTQ di Semarang, beri dukungan moral dan uang saku untuk me...
Babinsa Lhoknga Imbau Warga Tingkatkan Waspada Musim Penghujan
Babinsa Koramil 03/Lhoknga mengimbau warga Meunasah Manyang tingkatkan kewaspadaan kesehatan dan kebersihan...
PGMNI Sumut Tawarkan Sinergi dengan Penmad Kemenag untuk Majukan Madrasah
PW PGMNI Sumut siap bersinergi dengan Penmad Kemenag Sumut untuk memajukan madrasah dan meningkatkan kesejah...
Muara–Sibandang Dikembangkan sebagai Sport Tourism, OWS Digelar 3 Oktober
Muara–Sibandang dikembangkan sebagai destinasi sport tourism; lomba Open Water Swimming dan Swim Run digelar...